Wisata Anyer

Siswa Bermasalah di Banten bakal Masuk Barak TNI, PW PII: Jangan Sekadar ‘Omon-Omon’

TANGERANG – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Provinsi Banten menyatakan dukungannya terhadap rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk mengirim siswa bermasalah ke barak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

​Kebijakan tersebut ditujukan bagi siswa jenjang SMA sederajat yang membutuhkan pembinaan khusus.

Dalam rencananya, para siswa akan mengikuti program pembinaan intensif selama dua hari satu malam yang dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober 2026 mendatang.

​Ketua Umum PW PII Banten, Mohammad Royhan Daestaki, menilai langkah Dindikbud Banten tersebut sudah tepat dan perlu segera direalisasikan.

​”Langkah yang direncanakan Dindikbud sudah seharusnya dilaksanakan. Siswa yang bermasalah memang perlu diberikan pembinaan berdisiplin militer, dan PII mendukung agar program ini segera dijalankan,” ujar Royhan.

​Meski mendukung, PW PII Banten memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi. Royhan menekankan bahwa pelatihan tersebut tidak boleh hanya berfokus pada kedisiplinan fisik berbasis militer, tetapi juga harus menyentuh aspek emosional, intelektual, dan pembentukan karakter.

​”Kami memberikan rekomendasi agar pembinaan tidak hanya seputar latihan militer. Pendekatan emosional, penguatan mental, pembinaan akhlak, serta kulturisasi adab juga sangat penting untuk diberikan kepada para siswa,” jelasnya.

​PW PII Banten berharap program ini tidak menjadi agenda seremonial belaka. Pembinaan tersebut diharapkan berkesinambungan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku siswa.

​”Kami berharap rencana ini bukan sekadar omon-omon atau gerakan sesaat, melainkan program berkelanjutan yang memberikan hasil memuaskan. Setelah selesai pembinaan, para siswa diharapkan bisa kembali fokus pada proses belajar dan meraih cita-citanya,” pungkas Royhan.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien