Tak Boleh Dipotong, Anggaran Bansos Bagi Warga Banten Ditargetkan Naik 5 Kali Lipat di Tahun 2027
TANGERANG-Gubernur Banten Andra Soni menargetkan anggaran bantuan sosial (bansos) naik hingga lima kali lipat pada 2027.
Hal itu disampaikan saat penyaluran simbolis Bantuan Sosial Jaminan Sosial Keluarga Tahap I Tahun 2026 di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (30/10/2026).
Pada 2026, Pemprov Banten mengalokasikan Rp8,15 miliar untuk 16.311 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di delapan kabupaten/kota. Masing-masing keluarga mendapat Rp500 ribu.
“Insya Allah, kita punya target untuk menambah anggaran bansos pada 2027. Saya targetkan lima kali lipat dari tahun ini. Mohon doanya agar kita mampu mengurusi orang miskin,” ujar Andra.
Pada tahap pertama tahun ini, bantuan disalurkan kepada 7.258 KPM se-Banten. Untuk Kota Tangsel, tahap pertama menyasar 140 keluarga dari total alokasi 500 keluarga. Tahap kedua akan disalurkan Desember 2026 untuk 9.053 KPM.
Andra menegaskan, ketepatan sasaran menjadi kunci. Penerima merupakan keluarga rentan berisiko sosial hasil usulan kabupaten/kota yang telah diverifikasi dan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Dengan data yang akurat, kita ingin memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Untuk transparansi, bansos disalurkan via Bank Banten langsung ke rekening penerima. Andra melarang keras adanya potongan.
“Tidak boleh ada potongan dalam bentuk apa pun, oleh siapa pun, dan dengan alasan apa pun. Kalau ada yang minta potongan, segera laporkan ke Dinsos atau aparat,” tegasnya.
Kepala Dinsos Banten Lukman menambahkan, selain Bansos Keluarga Rp8,15 miliar, dinasnya juga mengalokasikan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Rp1,25 miliar untuk 500 penerima masing-masing Rp2,5 juta.
Ada juga bantuan untuk anak terlantar, disabilitas, dan lansia, masing-masing 600 penerima dengan alokasi Rp300 juta.
Menurut Lukman, penanganan kemiskinan di Banten tidak hanya bansos tunai. Ada juga bantuan Cadangan Pangan untuk 5.900 keluarga, Program Sekolah Gratis SMA/SMK/SKh swasta, Sarjana Penggerak Desa, bantuan alat bantu disabilitas, hingga program RTLH dan air bersih.
Adapun, untuk data BPS mencatat kemiskinan Banten Maret 2026 sebesar 5,38%, di bawah nasional 8,07%.***

