Temuan Jenazah di Pulau Enggano Dikaitkan dengan 5 Jurnalis yang Hilang Di Selat Sunda, Ini Kata Polda Banten
SERANG – Penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi perhatian Polda Banten di tengah proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Paur Multimedia Humas Polda Banten Ipda Dzikri mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah temuan jenazah tersebut memiliki kaitan dengan rombongan yang hilang.
“Terkait informasi tersebut sedang kami dalami dan identifikasi soal benar atau tidaknya,” kata Dzikri kepada Fakta Banten, Selasa (22/9/2026).
Jenazah tersebut sebelumnya ditemukan di kawasan pesisir Pulau Enggano pada 12 September 2026.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.
Dzikri menegaskan, kepolisian belum menyimpulkan identitas jenazah tersebut sebagai salah satu jurnalis yang hilang.
“Ada indikasi bahwa temuan mayat tersebut berhubungan dengan kapal cepat yang ditumpangi oleh lima orang jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Karena itu, Polda Banten melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa informasi tersebut.
“Kami sudah melakukan bersurat, bahkan surat resmi kepada pihak yang berkaitan demi memverifikasi informasi tersebut,” kata Dzikri.
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem milik keluarga rombongan dengan data postmortem jenazah.
Polda Banten sebelumnya telah menyerahkan data dan sampel DNA keluarga kepada pihak yang menangani proses identifikasi di Bengkulu.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea sebelumnya menjelaskan bahwa data antemortem dan sampel DNA keluarga telah diserahkan untuk proses pencocokan.
“Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan dilakukan secara ilmiah,” ujar Maruli.
Temuan jenazah di Enggano menjadi salah satu informasi yang ditindaklanjuti dalam pencarian rombongan kapal Arupadatu I.
Namun, hasil pemeriksaan pada pertengahan September belum mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang.
Selain temuan jenazah, Polda Banten sebelumnya juga mengungkap adanya jejak sinyal telepon salah satu jurnalis yang sempat terdeteksi melalui jaringan BTS di sekitar Pulau Sebesi, Lampung Selatan.
Informasi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan dan pencarian terhadap rombongan yang hilang.
Dzikri mengatakan proses verifikasi terhadap setiap informasi dilakukan agar kepolisian tidak menyampaikan keterangan yang belum memiliki kepastian.
“Berkat sinergi antara insan pers, kerja kami terbantu sehingga kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ia memastikan perkembangan lebih lanjut mengenai temuan jenazah akan disampaikan melalui keterangan resmi kepolisian setelah proses identifikasi dan verifikasi memperoleh hasil.
“Nanti lengkapnya akan kami segera press conference atau melalui Humas Polda Banten,” kata Dzikri. (*/Sahrul).

