Wisata Anyer

51 Wartawan Ditempa Melalui UKW di Aula Polda Banten, Kode Etik dan Verifikasi Jadi Pedoman

SERANG– Sebanyak 51 wartawan di Provinsi Banten menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten Angkatan ke-28 di Aula Serbaguna Polda Banten, Serang, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah cepatnya arus informasi digital.

Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, mengatakan UKW tidak sekadar menjadi tahapan pengujian kemampuan wartawan, tetapi juga momentum untuk memperkuat integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“UKW menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan integritas wartawan dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik,” kata Rian.

Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Integritas Wartawan di Era Digital”, UKW berlangsung selama dua hari, 22-23 September 2026. Sebanyak 53 peserta mengikuti rangkaian pengujian sesuai standar kompetensi wartawan.

“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, wartawan harus tetap mengedepankan akurasi dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses yang benar,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki.

Menurut Hengki, perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, kecepatan penyebaran informasi juga perlu diimbangi dengan kemampuan wartawan melakukan verifikasi agar informasi yang dipublikasikan tidak menyesatkan.

“Yang kami harapkan adalah informasi yang berdasarkan fakta dan benar, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kapolda Banten juga menyebut pers sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Kendati demikian, hubungan kemitraan tersebut tetap harus berjalan dengan menghormati independensi masing-masing lembaga.

“Bagi Polda Banten, pers merupakan mitra strategis. Namun, kemitraan yang baik bukan berarti harus memiliki pemikiran yang sama. Pers tetap memiliki independensi,” ujar Hengki.

Ia menilai pemberitaan media juga dapat menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja kepolisian. Karena itu, Polda Banten menyatakan terbuka terhadap kritik maupun koreksi yang disampaikan melalui karya jurnalistik berdasarkan fakta.

“Kami tidak tertutup terhadap hal-hal seperti ini. Koreksi terhadap peningkatan kinerja kami tentu menjadi bagian yang dapat kami terima,” katanya.

Hengki juga menyampaikan pentingnya membangun ruang komunikasi yang baik antara kepolisian dan wartawan. Menurutnya, akses serta koordinasi yang memadai dapat membantu wartawan memperoleh informasi dan melakukan klarifikasi secara lebih cepat.

“Saya berharap ada ruang bagi rekan-rekan wartawan untuk berkoordinasi sehingga informasi dapat segera diklarifikasi. Nanti akan kami komunikasikan dengan Humas Polda Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat Jufri Alkatiri menekankan pentingnya kompetensi wartawan dalam menghadapi perubahan ekosistem media.

Wartawan dituntut tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memahami prinsip jurnalistik dan etika profesi.

“Pegang teguh Kode Etik Jurnalistik, jadikan pedoman dalam bekerja, utamakan verifikasi, jaga independensi, dan terus tingkatkan kompetensi,” kata Jufri.

Ia berharap wartawan yang mengikuti UKW dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan begitu, produk jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Wartawan harus mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan UKW PWI Banten Angkatan ke-28 sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dan Polda Banten.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung keterbukaan informasi publik dengan tetap menempatkan kode etik jurnalistik dan independensi pers sebagai pijakan.

“Mari kita rawat sinergi PWI dan Polda Banten dengan tetap menjaga profesionalisme dan independensi masing-masing,” pungkasnya. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien