Diklat PPIH 2026 Dipoles Lebih Rapi, Harun Arrasyid Optimistis Kinerja Petugas Lebih Efektif
JAKARTA – Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid optimistis pelaksanaan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 akan meningkatkan efektivitas kinerja petugas haji di lapangan.
Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut itu menyampaikan optimismenya usai menjadi pemateri dalam Diklat PPIH yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam (21/1/2026).
Harun mengatakan, pelaksanaan PPIH pada tahun-tahun sebelumnya sejatinya sudah berjalan dengan baik.
Namun demikian, pada 2026 ini dilakukan penyempurnaan agar pelaksanaannya semakin efektif, baik dari sisi konsep maupun teknis di lapangan.
“Evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah bagus. Tinggal kita efektifkan lagi, terutama dalam hal penempatan dan pemetaan personel. Konsep dasarnya sudah diterapkan oleh PPIH sebelumnya,” ujar Harun.
Ia menjelaskan, Diklat PPIH 2026 menjadi yang pertama dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Haji.
Karena itu, penajaman materi dan penguatan koordinasi antarpersonel menjadi fokus utama dalam pelatihan tersebut.
Menanggapi pelaksanaan diklat yang telah berlangsung lebih dari 10 hari, Harun menilai respons peserta sangat positif.
Menurutnya, diklat ini mampu memperkuat sinergi antar petugas sekaligus mempersiapkan mental mereka menghadapi tugas berat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Diklat ini sangat penting untuk membangun kesiapan mental. Tugas di Armuzna cukup berat, sehingga pembekalan harus maksimal,” katanya.
Diklat PPIH 2026 dilaksanakan selama 20 hari secara tatap muka dan dilanjutkan dengan pelatihan daring selama satu pekan. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haji.
“Dengan durasi pelatihan yang cukup panjang dan materi yang terfokus, kami optimistis seluruh petugas akan lebih siap dan profesional dalam menjalankan tugasnya,” kata Harun.***
