Diklat PPIH 2026 Masuki Pekan Kedua, Wamenhaj Perkuat Kesiapan Petugas dalam Layani Jemaah
JAKARTA – Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, memasuki pekan kedua pada Senin (19/1/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali menegaskan pentingnya kesiapan dan fokus para petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada jemaah haji.
Pada pekan kedua ini, pelatihan difokuskan pada pendalaman teknis tugas masing-masing bidang.
“Pelatihan sudah masuk pekan kedua, artinya para petugas harus mulai fokus pada tugas dan fungsi. Kami juga mengecek langsung isi pelatihan, kekurangan, serta kebutuhan peserta selama pelaksanaan,” kata Dahnil.
Dia menjelaskan, selain pelatihan teknis PPIH, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) yang seluruhnya dipusatkan di Asrama Haji.
Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia sekaligus memperkuat koordinasi dan kepemimpinan di lapangan.
Dahnil menekankan sejumlah sektor penting yang harus menjadi perhatian serius petugas, di antaranya layanan konsumsi dan akomodasi.
Menurut dia, persoalan makanan seperti kelayakan, gramasi, dan kesesuaian spesifikasi harus diawasi secara ketat agar tidak merugikan jemaah.
“Isu konsumsi, catering, dan kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan. Begitu juga dengan akomodasi, termasuk hotel dan pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sebagai tahapan paling krusial yang menuntut kerja terkoordinasi di bawah satu komando.
“Semua petugas harus bekerja dalam satu sistem komando. Oleh karena itu, petugas haji dilatih dengan pendekatan semi-militer, karena selain tugas fisik yang berat, juga dituntut disiplin, soliditas tim, dan pemahaman alur kerja dari A sampai Z,” kata Dahnil. ***
