Laporan Pembacokan Tak Ditanggapi Polsek Saketi, Warga Kecewa dengan Kinerja Polisi

PANDEGLANG – Warga Desa Majau, Kecamatan Saketi, mengeluhkan terkait tidak lanjutnya penangan kasus pidana pembacokan yang telah dilaporkan sejak tanggal 27 Juni 2016.

Peristiwa pembacokan sendiri terjadi di Kampung Kalapa Nunggal, RT 15/03 Desa Majau, Kecamatan Saketi. Usai melukai korbannya, pelaku menghilang melarikan diri.

Kendati sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, namun hingga saat ini pelaku masih belum ditangkap, bahkan diketahui akhir-akhir ini pelaku terlapor bebas berkeliaran lagi di daerah sekitar.

Sumarna, korban pembacokan mengaku menyayangkan dengan hal ini, sebab saat dirinya diminta untuk memberi kabar tentang keberadaan pelaku, namun tidak pernah ada balasan SMS atau jawaban telepon dari pihak polisi yang menangani kasus ini.

Ks nu

“Saya juga heran kenapa SMS dan telepon saya gak pernah dibalas jika memberi kabar keberadaan pelaku oleh pihak keamanan. Padahal mereka yang minta untuk kerjasamanya,” kata Sumarna, saat mendatangi Redaksi Fakta Pandeglang, Senin (20/3/2017).

Ia menjelaskan, saat ini pelaku pembacokan dirinya kerap muncul di daerahnya, meski memang masih tidak begitu aktif di kampungnya, sebab dia pelaku masih kerap bersembunyi di hutan.

“Saya harap polisi bisa segera melakukan penangkapan pelaku pidana tersebut, sebab kalau ini dibiarkan selain meresahkan warga, ini juga akan menghilangkan kepercayaan warga kepada polisi dalam penanganan kasus,” kecam Sumarna.

Warga Majau lainya, Herawati mengatakan, saat ini memang kondisi pelayanan polisi di wilayah hukum Saketi dianggap lemah. Karena banyak kejadian pidana yang penanganannya tidak tuntas, khususnya di wilayah Desa Majau.

“Termasuk kasus pembacokan yang terjadi beberapa bulan lalu penanganannya tidak jelas sehingga wajar warga Majau menggeluh, belum lagi kasus lainya, yang warga sendiri enggan melaporkan lantaran jarang ditindaklanjuti. Kami harap polisi bisa bertindak lebih cepat dan tidak pilih-pilih karena di mata hukum semua sama,” tegasnya. (*)

Cibeber nu