Kinerja Keuangan Membaik, Tapi Krakatau Steel Masih Catat Kerugian di Tahun 2016

Gerindra Nizar

TANGERANG – Kendati kinerja keuangan membaik dengan adanya peningkatan volume penjualan baja, namun PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., masih tercatat membukukan kerugian pada tahun 2016 lalu.

Pada 2016, Krakatau Steel membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$171,69 juta, meskipun kondisi kerugian ini turun jika dibandingkan dengan US$320 juta pada 2015.

Dalam kondisi ini, manajemen perusahaan mengklaim akan terus berusaha melakukan efisiensi untuk meningkatkan kinerja keuangan.

Fraksi serang

“Efisiensi kami paling besar itu dalam proses produksi,” papar Direktur Utama Krakatau Steel, Sukandar di Tangerang, Selasa (7/3/2017).

Selain harga baja dunia yang masih belum stabil, menurut Sukandar, penyebab kerugian Krakatau Steel kali ini juga dampak dari kerugian yang dialami oleh entitas asosiasi, PT Krakatau Posco, sebesar US$60 juta. Termasuk karena biaya bunga yang ditanggung oleh Krakatau Steel juga relatif masih besar.

Fraksi

Sukandar sendiri mengaku belum dapat memastikan kapan perusahaan dapat membukukan keuntungan di tengah harga baja yang belum kondusif.

Sementara diketahui, dari laporan kinerja pada 2016, penjualan baja Krakatau Steel berhasil meningkat 15,25% dibandingkan dengan 1,19 juta ton pada tahun 2015. Dari penjualan itu, perusahaan membukukan pendapatan bersih menjadi US$1,34 miliar pada 2016 atau meningkat 1,73% dibandingkan dengan US$1,32 miliar pada 2015.

Namun peningkatan pendapatan usaha perusahaan ini tidak sebesar peningkatan volume penjualan baja, mengingat harga rata-rata penjualan baja pada 2016 relatif mengalami penurunan dibandingkan dengan 2015.

Peningkatan penjualan itu diikuti oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 12,43% menjadi US$1,18 miliar pada 2016 dibandingkan dengan US$1,35 miliar pada 2015.

Pada 2016 ini tercatat laba kotor yang dibukukan oleh perusahaan sebesar US$155,23 juta atau lebih baik dibandingkan dengan rugi US$36,43 juta pada 2015. Selain itu, laba operasi perusahaan mencapai US$4,39 juta pada 2016 atau lebih baik dibandingkan dengan rugi US$183,55 juta pada 2015. Meskipun perbaikan laba kotor dan laba operasi itu belum diikuti dengan laba tahun berjalan.

Sebagai informasi, Krakatau Steel sendiri 5 tahun berturut-turut masih mengalami kerugian, tercatat sebesar US$147,11 juta di tahun 2014, US$13,98 juta di 2013, dan US$20,43 juta di 2012. Perusahaan ini terakhir kali membukukan keuntungan pada 2011 lalu. (*)

Gerindra kuswandi