Dirut Krakatau Steel Dikabarkan Jadi Calon Kuat Dirut Pertamina

Gerindra Nizar
CILEGON – Hingga kini Presiden Joko Widodo belum juga menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina yang baru pasca dicopotnya Dwi Soetjipto dari jabatan Dirut.

Siapa yang akan menjadi orang nomor satu di BUMN Migas itu masih belum terang. Sempat muncul kabar Jokowi akan menunjuk Rahmat Hardadi dan Arcandra Tahar, namun belakangan santer terdengar kabar bahwa saat ini nama Sukandar, yang tidak lain adalah Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk justru yang menguat untuk mengisi posisi tersebut.

Sudah lebih dari sebulan BUMN besar dan strategis ini tidak memiliki Dirut definitif setelah Jokowi mencopot Dwi Soetjipto dari jabatannya, dan membubarkan jabatan Wadirut yang saat itu dipegang Ahmad Bambang pada 3 Februari 2017 lalu. Banyak pihak juga yang mempertanyakan mengapa Jokowi tidak menyiapkan penggantinya sebelum memberhentikan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang.

Fraksi serang

Meski Yenni Andayani sudah ditunjuk sebagai Plt Dirut, namun perusahaan ini butuh Dirut yang definitif agar bisa bergerak dengan lebih leluasa dan cepat. Sebelumnya Komisaris Pertamina sudah menetapkan Yenni sebagai Plt Dirut selama 1 bulan. Namun, awal Maret lalu Komisaris Pertamina memperpanjang masa kerja Yenni menjadi 30 hari ke depan, karena Presiden Jokowi belum juga menetapkan Dirut yang baru.

Diketahui, Komisaris sempat mengusulkan sejumlah calon dari internal, tapi Jokowi memunculkan calon lain dari eksternal. Sebelumnya Istana sempat memunculkan Rahmad Hardadi yang saat ini menjadi Direktur Mega Proyek, Pengolahan & Petrokimia Pertamina. Namun, kabarnya Menteri BUMN Rini Soemarno tidak setuju. Sempat juga muncul isu Arcandra Tahar akan diplot sebagai Dirut baru, namun akhirnya batal terkait beberapa kasus yang dialami Arcandra.

Fraksi

Lantas siapa calon eksternal yang dimunculkan Jokowi? Beredar kabar, nama Sukandar kini menguat. Tapi tampaknya calon ini akan mendapat ganjalan. Rini Soemarno kabarnya tidak setuju dan menginginkan agar calon Dirut diambil dari internal Pertamina saja. Karena kompetensi calon dinilai sangat penting.

Mayoritas Direksi Pertamina konon juga sudah menyiapkan surat pengunduran diri bila yang ditunjuk jadi Dirut bukan figur yang bersih dan memiliki kompetensi memadai.

Sukandar, Dirut Krakatau Steel saat groundbreaking salah satu anak usahanya di Cilegon, beberapa waktu lalu / Dok

Sebagai catatan, Sukandar sudah menjabat Dirut Krakatau Steel sejak 2 April 2015. Sebelumnya, dia pernah menjabat Direktur Keuangan Krakatau Steel sejak 8 November 2007. Sukandar juga pernah memangku berbagai jabatan manajerial kunci, termasuk Wakil Presiden & Corporate Head Citibank NA Cabang Surabaya, Managing Director PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, dan Direktur HUMPUSS.

Sebelum berkarir di bidang keuangan, Sukandar adalah insinyur perminyakan di PT Caltex Pacific Indonesia. Dia memperoleh gelar insinyur teknik dari Institut Teknik Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Kumparan.com

Gerindra kuswandi