Pembuangan Limbah Industri PT Air Liquide Indonesia di TPSA Bagendung Diduga Bermasalah

CILEGON – Limbah Industri berupa Inflict Cooling Tower dari PT Air Liquide Indonesia yang di buang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung di duga bermasalah.

Ketua Umum BALHI (Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia) Heri
saat ditemui awak media sesaat setelah melakukan audiensi, Rabu (7/4/2021), terkait persoalan limbah industri (PT Air Liquide Indonesia) yang masuk ke TPSA Bagendung menerangkan bahwa dalam audiensi tersebut pihak Industri melalui transportir CV Mitra Hasanah Teknik membenarkan membuang limbah Inflict Cooling Tower sebanyak 20 m³ di TPSA bagendung, yang dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Daerah No 07 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.

“Izin pembuangan sampah yang di lakukan CV. Mitra Hasanah Teknik atas limbah PT Air Liquide itu izinnya sampah rumah tangga atau domestik bukan sampah industri atau non domestik jadi mereka di duga melanggar Perda yang ada,” ungkap Heri selaku Ketum BALHI Foundation.

H dayat kadin
Tabib baru

Heri pun menyayangkan terjadinya pembuangan limbah industri ke TPSA, terlebih limbah industri tersebut tidak diketahui jenisnya berbahaya atau tidak.

“Saat kita mempertanyakan terkait Limbah tersebut apakah mengandung B3 atau non B3, pihak Air Liquide mengasumsikan bahwa limbah tersebut limbah non B3, tapi saat di tanya hasil uji lab nya pihak PT Air Liquide belum melakukan Uji Labolatorium,” jelasnya.

“Ko bisa belum melakukan uji lab tapi sudah berani membuang limbah industri ke TPSA dan bahkan seharusnya tidak bisa limbah non domestik masuk ke TPSA bagendung karna di perda persampahan tidak mengatur pembuangan limbah industri ke TPSA,” ungkapnya.

Terkait hal ini pihaknya akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon untuk memperhatikan hal tersebut, dalam upaya pelaksanaan UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan pelaksanaan Perda Kota Cilegon nomor 7 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah. (*/Red)

Royal Januari baru