Taliban Ingin Jaringan Haqqani Dihapus dari Daftar Teroris AS

KABUL – Taliban disebutkan ingin supaya Jaringan Haqqani dihapus dari daftar teroris AS, setelah mengumumkan pemerintahan.

Berdasarkan laporan CNN-News18, milisi mengeklaim daftar hitam AS itu merupakan pelanggaran dari Kesepakatan Doha.

Sumber milisi menuturkan, Jaringan Haqqani merupakan bagian dari Emirat Afghanistan, nama resmi pemerintahan Taliban.

Mereka tak bisa menerima jika organisasi yang dipimpin Sirajuddin Haqqani tersebut masuk ke dalam daftar teroris AS.

Karena itu, milisi mengaku tak bisa menerimanya. Mereka juga menuntut Washington supaya membuka hubungan diplomatik dengan mereka.

Dilansir India.com Kamis (9/9/2021), awal pekan ini Taliban mengumumkan pemerintahan yang mereka klaim “inklusif”.

Hanya saja, setidaknya lima pejabat tinggi yang ditunjuk ternyata berada dalam sanksi PBB. Taliban sendiri juga dalam hukuman AS.

Kepala juru bicara Zabihullah Mujahid dikutip TOLO News menegaskan, mereka takkan membiarkan intervensi asing.

“Kami takkan membiarkan siapa pun mengintervensi kami. Apa pun nama pemerintahannya adalah keputusan rakyat Afghanistan,” tegasnya.

Menurut Taliban, pemerintahan yang mereka umumkan belum final, dan akan segera menetapkan posisi lainnya secepatnya. (*/Kompas)

Demokrat
Royal Juli