Lima Tahun Perjalanan Saung Teater, dari Panggung Satu ke Panggung Berikutnya

 

FAKTA – Saung Teater merupakan sebuah komunitas yang berdiri dengan berprinsip pada kebebasan diri dalam ruang kerja seni pertunjukan dan sastra. Merupakan kelompok teater yang ingin menemukan dan mengumpulkan pengalaman-pengalaman lahirian dan batiniah dari tubuh.

Sebuah perjalanan yang tak singkat, Saung Teater telah lahir sejak 29 September 2017. Didirikan oleh Adnan Guntur, Iki Pinta, dan Ahmad Fauzi, Saung Teater aktif mementaskan berbagai judul karya lakon di hadapan publik hingga saat ini.

“Adanya Saung Teater harapannya bisa menjadi ruang bagi setiap individu yang tergabung di dalamnya untuk menyalurkan keresahan atas fenomena yang ada. Baik dalam bentuk pertunjukan maupun karya sastra,” Iki Pinta, salah satu pendiri Saung Teater

Bersama dengan rekan sejawatnya yang berasal dari berbagai daerah, Adnan, si Badak Putih julukannya, telah melakukan perjalanan pementasan dari satu panggung ke panggung berikutnya. Saung Teater telah aktif pentas-pentas di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Pandeglang.

Ks nu

“Topik pentas kita adalah pengalaman-pengalaman tubuh,” jelas Adnan.

Menengok bagaimana awal terbentuknya Saung Teater, Adnan mengaku dikarenakan keresahannya akan temuan dan gesekan penempaan dunia teater setelah lulus dari SMA.

“Pencarian melalui tubuh yang terus bersinggungan dengan banyak hal, karena itulah Saung Teater ada untuk mengumpulkan juga menemukan kembali”, tambahnya.

Saung Teater mencatatkan Extended, judul naskah yang ditampilkan pertama kali semenjak kelompok teater itu terbentuk. Dengan menggarap topik eksistensi, perihal pencarian dan penemuan penamaan-penamaan pada kecintaan manusia dan alam, Adnan dkk sukses tampil memukau.

Ke depannya, Saung Teater berharap akan lebih aktif lagi untuk melakukan pentas-pentas. Dalam waktu dekat ini, para anggota berencana melakukan pertemuan kembali untuk membuat agenda-agenda kerja seni dan sastra, terlepas mereka dari berbagai macam daerah.
“Agenda kita terdekat yaitu berkumpul kembali dari setiap daerah. Karena menguatkan kembali pondasi itu juga penting, supaya kita bisa kerja lebih optimal dalam berteater,” pungkas Fauzi.

Nama Penulis: Nuzula Maghfiro
Alamat Penulis: Jl. Gubeng Airlangga VII no.6, Surabaya.

Cibeber nu