12 Rumah Rusak Akibat Longsor di Bayah Lebak, Warga Terpaksa Mengungsi
LEBAK– Hujan deras yang mengguyur wilayah Bayah pada Sabtu (3/1/2026), memicu pergerakan tanah serius di Kampung Cipetir, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Dampaknya, sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan berat dan tidak lagi aman untuk ditempati.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, setelah hujan turun hampir tanpa jeda sejak siang hari.
Struktur tanah di kawasan permukiman yang berada di kontur miring perlahan bergeser, menyebabkan bangunan retak, amblas, bahkan sebagian roboh.
Heru, warga setempat, mengatakan kerusakan rumah terjadi secara bertahap namun cepat. Awalnya hanya retakan kecil, namun dalam hitungan jam tanah terus bergerak hingga merusak bangunan.
“Awalnya retak, lama-lama dinding dan lantai rumah pada patah. Total ada sekitar 12 rumah yang rusak berat. Kalau hujan lanjut, bisa merembet ke rumah lain,” ujar Heru, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, sebagian besar rumah yang terdampak mengalami kerusakan pada pondasi dan dinding utama.
Kondisi tersebut membuat penghuni memilih keluar rumah demi keselamatan.
“Ada yang temboknya terbelah, ada juga lantai yang turun. Sudah tidak berani ditempati. Warga sekarang mengungsi ke rumah saudara,” jelasnya.
Selain merusak rumah, pergerakan tanah juga menyebabkan material longsoran menutup gang kecil di permukiman dan sempat mengganggu jaringan listrik warga akibat tertimpa tanah dan bebatuan.
Warga setempat berharap adanya penanganan lanjutan dan perhatian serius, mengingat retakan tanah masih terlihat dan dikhawatirkan akan terus melebar jika hujan kembali turun.
Hingga kini, warga memilih tetap waspada dan membatasi aktivitas di sekitar lokasi terdampak sambil menunggu kondisi benar-benar aman.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, pergerakan tanah terjadi kemarin. Relawan kami sudah melakukan penanganan dan pendataan,” kata Febby. (*/Sahrul).

