Beredar Video Mobil Angkutan Tanah dan Bentonit Parkir di Jalan Curugbitung Lebak

Inspektorat berkarya

LEBAK – Beredar video dimedia sosial soal mobil armada truk yang mengangkut hasil galian tanah merah dan bentonit di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, yang diduga kerap kali meresahkan warga.

Truk-truk itu parkir di bahu jalan, sehingga menggangu para pengguna jalan lainnya.

Dalam video yang diunggah oleh aktivis Banten Arban Ramizud Raray diakun Facebooknya, menunjukan beberapa armada yang sedang terparkir di bahu jalan tersebut.

Selain itu, terlihat juga mobil armada berwarna putih dan hijau muda berjejeran di sepanjang jalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Di Kecamatan Curugbitung, Lebak, Banten eksploitasi SDA farah fisan (parah banget, red). Jalan pemprov jadi tempat parkir seenak udele,” tulisnya, Minggu (18/4/2021).

Beuh pohara nyah, iyeu pakeun bikang supaya mencrang horeng tidinya bahana (Beuh parah ya, ini pakaian cewe supaya cantik ((glowing, red)) ternyata dari sana ((ngambil, red)) bahannya,” tulis akun lainnya.

Dilansir dari hellosehat.com bentonite clay termasuk bahan alami yang banyak diolah dalam produk kecantikan kulit. Bahan bentonite clay sedari dulu sudah digunakan dengan manfaat untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan racun pada kulit.

PKS bank Banten dede

Terpisah, Ketua Gerakan Mahasiswa Kecamatan Curugbitung (GMKC), Muhammad Sujai mengatakan, adanya galian tersebut memang meresahkan warga maupun pengendara yang melintasi jalan tempat operasi galian itu, terutama saat musim penghujan datang sehingga jalan menjadi licin.

“Memang betul di Curugbitung ada beberapa pengusaha galian tanah merah dan bentonit yang beroperasi beberapa bulan ini,” kata Sujai kepada wartawan Fakta Banten, Senin, (19/4/2021).

Namun disisi lain, kata Sujai, tentunya banyak warga sekitar yang diuntungkan bahkan luar desa tersebut pun banyak yang bekerja di sana untuk mencari nafkah, dan itu sangat membantu bagi warga maupun pemuda yang membutuhkan pekerjaan ditengah andemi Covid-19 akibat diberhentikan dari pekerjaannya.

“Ya, memang meresahkan bagi warga atau pengguna jalan yang melintas. Tapi di sana (tempat galian, red) banyak warga sekitar yang bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sujai menjelaskan, adapun permasalahan-permasalahan tersebut yang belakangan ini sempat heboh. Hanya saja, pihak pemerintahan Kecamatan Curugbitung, pemerintahan desa, dan pihak pengusaha sudah memberikan solusi untuk permasalahan tersebut untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

“Saat ini, pihak kecamatan, pemerintahan desa, pihak pengusaha, kepemudaan dan warga sudah membuat peraturan untuk para pengusaha galian, salah satunya tidak beroperasi di saat musim hujan, bertanggung jawab penuh pada setiap korban yang jatuh, memperkerjakan wagra dan pemuda setempat dan membuat Satgas K3 (kesehatan dan keselamatan kerja),” jelas Sujai.

Hingga berita ini dipublish, wartawan Fakta Banten belum mendapatkan keterangan resmi dari Camat Curugbitung dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak. (*/M.Arifin)

Ied posco kadin
KS royal setda