Catat Tanggalnya, Seba Baduy 2026 Digelar 4 Hari, 1.500 Warga Baduy Akan Berjalan Kaki ke Pusat Pemerintahan
LEBAK– Tradisi adat tahunan masyarakat Baduy kembali digelar tahun ini. Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan pelaksanaan Seba Baduy 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026. Ribuan warga Baduy, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar, akan mengikuti prosesi sakral dengan berjalan kaki dari wilayah adat menuju pusat pemerintahan di Kabupaten Lebak hingga Provinsi Banten.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep M Holis, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini masuk kategori Seba kecil, berbeda dengan tahun sebelumnya yang melibatkan hingga 2.000 peserta.
“Tahun ini sekitar 1.500 warga Baduy yang ikut. Memang lebih sedikit dibanding tahun lalu,” ujarnya, Senin(13/4/2026).
Ia menjelaskan, penetapan jadwal telah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Seba Baduy juga menjadi bagian dari agenda nasional pariwisata, sehingga pelaksanaannya mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Tradisi Seba Baduy sendiri merupakan ritual adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat adat dengan pemerintah.
Dalam prosesi tersebut, warga Baduy membawa hasil bumi untuk diserahkan sebagai simbol ketaatan dan penghormatan.
Selain nilai budaya yang kuat, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kehadiran wisatawan saat pelaksanaan Seba Baduy dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan usaha lokal, mulai dari penginapan hingga kuliner.
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, memastikan berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan hasil bumi yang akan dibawa dalam prosesi adat.
Pelaksanaan Seba Baduy setiap tahunnya selalu menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya yang tetap terjaga.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga semakin memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Baduy ke tingkat yang lebih luas. (*/Sahrul).


