Dilema Kekosongan Menpora, Aktivis Pemuda Banten: Satu Detik Pun Negara Tak Bisa Tanpa Pemuda
LEBAK – Kekosongan kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pasca pencopotan Dito Ariotedjo melalui reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan tajam dari kalangan pemuda.
Aktivis perempuan sekaligus pemuda Banten, Ratu Nisya Yulianti, menilai kekosongan tersebut bukan persoalan sepele.
Menurutnya, keberadaan Menpora sangat penting karena menyangkut arah kebijakan negara terhadap pemuda dan olahraga.
“Bagi kami pemuda, satu detik pun negara tidak bisa tanpa kepemimpinan di sektor pemuda. Pemuda adalah aset bangsa, tulang punggung peradaban, sekaligus motor perubahan. Kekosongan ini sama saja membiarkan masa depan berjalan tanpa arah,” tegas Ratu Nisya dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).
Ratu Nisya menilai, di tengah tantangan bonus demografi, derasnya arus disrupsi teknologi, hingga problematika sosial, keberadaan Menpora seharusnya menjadi jembatan antara kebijakan negara dan aspirasi pemuda.
“Kami paham reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Tapi jangan sampai kekosongan ini mengakibatkan program kepemudaan dan olahraga stagnan. Pemuda butuh figur yang mampu mendengar, merangkul, sekaligus menggerakkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kursi Menpora harus segera diisi sosok yang benar-benar memahami denyut nadi generasi muda dan progresif dalam memajukan olahraga nasional.
“Ini bukan hanya soal representasi politik. Lebih penting adalah representasi aspirasi generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” tambahnya.
Sebagai pemuda Banten, Ratu Nisya menyerukan agar Presiden Prabowo mengambil keputusan visioner.
Ia menegaskan dukungannya terhadap siapa pun yang dipilih, asalkan berpihak pada kepentingan pemuda dan olahraga.
“Pak Presiden harus menunjuk sosok yang tepat. Kebijakan tanpa pemuda adalah kebijakan tanpa masa depan. Itu yang harus jadi pegangan,” pungkasnya. (*/Sahrul).

