Dua Hari Dibuka, 112 Calon Jemaah Haji Asal Lebak sudah Lunasi BPIH

Gerindra Nizar

LEBAK – Kemenag Kabupaten Lebak menyebutkan telah membuka tahapan Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) untuk 604 calon jemaah haji di Kabupaten Lebak.

Kepala Kemenag Lebak Akhmad Tohawi mengatakan, proses pelunasan BPIH tahap pertama sudah dibuka sejak 19 Maret 2019. Tercatat setelah dua hari dibuka sekitar 112 calon jemaah haji telah melunasi BPIH.

“Untuk tahap pertama ini dibuka dari tanggal 19 Maret sampai 15 April 2019. Baru dua hari saja sudah 112 orang yang bayar, artinya masih ada 492 calhaj yang belum bayar,” kata Tohawi ketika menggelar konferensi pers kepada awak media, Kamis (21/3/2019).

Fraksi serang

Tohawi menuturkan, awalnya tercatat 609 calon jamaah haji akan berangkat ke tanah suci pada tahun 2019 ini, namun 5 calon jamaah haji meninggal dunia karena sakit sehingga yang memiliki kewajiban untuk membayar BPIH sekitar 604 calon jamaah haji.

“604 calon haji ini harus bayar, kalau tidak bayar ya gugur atau gagal berangkat,” tegasnya.

Fraksi

Tohawi mengaku optimis bahwa seluruh jamaah calon haji Kabupaten Lebak bisa melunasi BPIH. Mengingat sejauh ini belum tercatat adanya sejarah calon jamaah haji tidak melunasi BPIH dan gagal berangkat.

“Saya optimis semuanya melunasinya, lagian ada 2 tahapan juga kan pembayarannya. Tahap pertama 19 Maret – 15 April 2019, tahap dua 30 April – 10 Mei 2019,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasie penyelenggara haji dan Umroh Kemenag Lebak, Humaedi Hakim mengaku saat ini Kemenag Lebak masih menunggu jadwal pemberangkatan jamaah calon haji dari pemerintah pusat.

“Kita masih nunggu kalau untuk jadwal pemberangkatannya, tapi biasanya di bulan Juli,” ujarnya.

Humaedi menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan permintaan khusus Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang menginginkan jamaah haji Kabupaten Lebak menjadi kloter pertama yang berangkat.

“Kita sedang berusaha dan berupaya agar jamaah haji Kabupaten Lebak bisa menjadi kloter pertama yang berangkat,” pungkasnya (*/sandi)

Gerindra kuswandi