Harga Ikan Tinggi, Warga Rangkasbitung Pilih Bakar Jagung di Malam Tahun Baru

LEBAK – Menjelang pergantian tahun, harga ikan laut mengalami kenaikan hingga 30 persen dari biasanya. Warga di Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku beralih ke jagung manis untuk hidangan Bakaran malam perayaan Tahun Baru.

“Biasanya malam Tahun Baru ada bakar-bakar ikan, sekarang mah bakar jagung aja,” ujar Awang (25) warga Desa Mekaragung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, kepada faktabanten.co.id, Minggu (31/12/2017).

Menurut ayah dua anak ini, dirinya bersama warga di Kampungnya berpatungan untuk membeli jagung dan membakarnya bersama-sama warga.

Sementara itu Neman, bandar jagung di Pasar Rangkasbitung mengatakan, dirinya menjelang Tahun Baru memborong jagung manis hingga 6 ton.

Dishub

Menurut Neman, harga sampai ke lapaknya satu karung seberat 106 kilogram dijual perkilonya Rp 4 ribu.

“Tetapi kalau kurang dari satu karung dijual Rp 4.500 perkilonya, dari sejak tanggal 29 Desember sudah habis 2 ton lebih, ini karena harga ikan mahal,” jelasnya.

Pengamatan faktabanten.co.id di pasar tradisional Rangkasbitung, harga ikan sedang melambung mengalami kenaikan hingga 30 persen.

“Biasanya ikan bawal laut Rp 45 ribu perkilo, sekarang Rp 60 ribu. Ikan kue sekarang Rp 50 ribu, cumi Rp 40 ribu dan kerang Rp 15 ribu per kilo,” ujar salah seorang pedagang.

Akibat kenaikan harga ikan ini, pedagang jagung manis pun meraup untung. Selain pedagang di pasar, di sejumlah titik juga terlihat banyak pedagang jagung eceran baik jagung mentah maupun yang dibakar dadakan, dengan harga jual Rp 5 ribu per buah. (*/Sandy)

KPID Banten