Iklan Banner

Ketua PII Lebak Soroti Ketegangan AS-Israel dan Iran 2026: Indonesia Diminta Tegas Jaga Kedaulatan dan Perdamaian Dunia

 

LEBAK– Memanasnya dinamika geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2026 kembali memantik perhatian publik, termasuk dari kalangan pelajar di daerah.

Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak, Ari Purwanto, menyampaikan pandangannya terkait situasi tersebut dan menyerukan agar Indonesia tetap berdiri di atas prinsip konstitusi serta diplomasi damai.

Menurut Ari, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar persoalan regional, tetapi memiliki dampak global, termasuk terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

“Ketika konflik terjadi di kawasan Timur Tengah, dampaknya bisa merambat ke mana-mana, dari harga energi hingga stabilitas politik global. Indonesia sebagai negara besar dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif tidak boleh diam,” ujar Ari kepada Fakta Banten, Senin (2/3/2026).

Ari menegaskan, Indonesia sejak awal memiliki komitmen terhadap perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat peran diplomatik di forum internasional.

“Indonesia harus konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, bukan kekerasan. Prinsip bebas aktif harus diwujudkan dengan langkah konkret, baik melalui PBB maupun kerja sama dengan negara-negara sahabat,” katanya.

Agil HUT Gerindra

Ia juga menilai bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memberikan tanggung jawab moral untuk terus mendorong dialog dan penghentian kekerasan, tanpa berpihak secara emosional namun tetap tegas dalam membela kemanusiaan.

Ari mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia serta gangguan rantai pasok internasional. Hal tersebut bisa berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat Indonesia.

“Pemerintah harus bersiap dengan langkah antisipatif, mulai dari menjaga stabilitas harga hingga memastikan cadangan energi nasional aman. Jangan sampai konflik luar negeri berdampak langsung pada rakyat kecil,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk menyikapi isu internasional secara kritis dan bijak, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga persatuan di dalam negeri.

Lanjut Ari, mendukung segala upaya yang mengedepankan perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional. Ia menekankan bahwa konflik bersenjata selalu menyisakan korban sipil yang tidak bersalah.

“Kita harus menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan politik. Indonesia perlu bersuara lantang menolak segala bentuk agresi yang mengancam keselamatan warga sipil,” tegasnya.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Ari berharap Indonesia tetap menjadi jangkar stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan konsisten membawa misi perdamaian dunia.

“Indonesia jangan terseret arus konflik global, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Itulah amanat sejarah dan konstitusi kita,” pungkasnya. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien