KNPI Lebak Gandeng Bank Banten, Pemuda Disiapkan Jadi Motor Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

 

LEBAK– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak mulai membuka jalan kolaborasi strategis dengan Bank Banten sebagai upaya memperkuat peran pemuda dalam sektor ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

Sinergi antara KNPI dan Bank Banten bakal diwujudkan melalui program Bank Banten Peduli.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno I KNPI Kabupaten Lebak yang digelar pada Sabtu-Minggu, 17-18 Januari 2026, di Aula Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Lebak, diikuti pengurus DPD serta perwakilan 28 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK).

Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebak, Cucu Komarudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bank Banten diarahkan untuk membuka akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pemuda di sektor pertanian dan ekonomi produktif.

Menurutnya, keterlibatan lembaga keuangan daerah sangat penting agar gagasan besar pemuda tidak berhenti pada wacana.

“Pemuda punya energi dan ide, tetapi harus ditopang sistem pembiayaan yang sehat. Bank Banten kami dorong menjadi mitra strategis agar program pertanian pemuda bisa berjalan nyata dan berkelanjutan,” ujar Cucu, Senin (19/1/2025).

Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan hanya soal kredit, tetapi membangun ekosistem ekonomi pemuda berbasis desa.

Dalam pleno tersebut, KNPI Lebak merumuskan arah program pertanian pemuda yang terintegrasi dengan dukungan perbankan.

Bank Banten diproyeksikan berperan dalam mendorong akses permodalan bagi petani muda, kelompok tani pemuda, serta unit usaha produktif di tingkat kecamatan.

Program ini sejalan dengan visi pembangunan Lebak Ruhay dan agenda ketahanan pangan nasional yang menempatkan peran generasi muda sebagai tulang punggung regenerasi sektor pertanian.

“Pertanian harus menjadi ladang masa depan pemuda, bukan pilihan terakhir. Dengan dukungan perbankan, pemuda bisa lebih berani dan mandiri,” kata Cucu.

Sebagai langkah konkret, KNPI Lebak juga menyepakati pembentukan Brigade Pertanian Pemuda di setiap kecamatan. Brigade ini akan menjadi wadah kolaborasi lintas DPK yang mengintegrasikan produksi pertanian, pengelolaan usaha, serta akses pembiayaan dari Bank Banten dan stakeholder terkait.

Keberadaan brigade diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal.

Langkah KNPI Lebak menggandeng Bank Banten mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lebak. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Lebak, Oktavianto Arief Ahmad, menilai sinergi antara organisasi pemuda dan perbankan daerah sebagai terobosan penting.

“Kolaborasi KNPI dengan Bank Banten membuka ruang besar bagi pemuda untuk naik kelas. Ini contoh konkret bagaimana pemuda bisa menjadi subjek pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan Disketapang Lebak, Benu Dwiyana, menilai dukungan pembiayaan akan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan daerah.

“Jika pemuda didukung akses modal dan pendampingan, sektor pangan Lebak akan semakin kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Selain pembiayaan, KNPI Lebak juga menyiapkan penguatan literasi digital melalui rencana Program Ciber IT KNPI.

Program ini dirancang untuk mendukung pengelolaan usaha pertanian, pemasaran digital, hingga transparansi keuangan kelompok pemuda.

“Kerja sama dengan Bank Banten akan lebih efektif jika ditopang kemampuan digital pemuda,” ujar Cucu.

Melalui Rapat Pleno I ini, KNPI Lebak menegaskan komitmennya membangun kolaborasi jangka panjang dengan Bank Banten sebagai mitra strategis pemuda.

Dengan dukungan perbankan daerah, KNPI Lebak optimistis pemuda mampu menjadi penggerak utama ketahanan pangan, ekonomi desa, dan kemandirian daerah. (*/Sahrul)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien