Libur Lebaran di Pantai Lebak Diwarnai 23 Insiden Kecelakaan Laut, Satu Wisatawan Masih Hilang

LEBAK – Libur dan cuti bersama Idulfitri 2025 di kawasan pantai selatan Lebak diwarnai dengan puluhan insiden kecelakaan laut.
Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 23 peristiwa wisatawan terseret ombak, dengan satu orang dinyatakan hilang hingga kini.
Korban yang belum ditemukan merupakan pria berusia 20 tahun asal Gunung Putri, Bogor.
Ia dilaporkan hilang saat berenang bersama teman-temannya di Pantai Goa Langir, Sawarna, pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
“Saat itu korban bersama tiga rekannya berenang di pagi buta, sebelum petugas Balawista berjaga. Nahas, korban diduga terseret ombak ke tengah dan tidak berhasil diselamatkan,” ujar Ketua Balawista Lebak, Erwin Komara Sukma, Senin (7/4/2025).
Teman-teman korban sempat mencoba menyelamatkan namun gagal. Proses pencarian pun langsung digerakkan oleh Unit Siaga SAR Lebak bersama Balawista dan unsur potensi SAR lainnya.
Hingga hari terakhir libur lebaran, pencarian korban masih terus dilakukan.

Menurut Erwin, dari 23 kejadian selama musim liburan kali ini, sebanyak 22 wisatawan berhasil diselamatkan oleh tim Balawista.
“Kami fokus patroli di titik rawan seperti Pantai Goa Langir dan Pantai Pasir Putih Ciantir Sawarna, karena dua lokasi ini mencatat angka tertinggi laka laut,” jelasnya.
Rinciannya, 15 insiden terjadi di Pantai Pasput Ciantir, sementara 8 lainnya di Pantai Goa Langir.
“Korban yang masih dalam pencarian berasal dari kejadian di Goa Langir,” tambah Erwin.
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas korban merupakan wisatawan dari luar daerah yang belum memahami kondisi dan karakteristik pantai selatan Lebak yang dikenal memiliki ombak kuat dan arus balik yang berbahaya.
“Sudah ada imbauan dari kami melalui pengeras suara dan papan peringatan, tapi masih banyak yang mengabaikan,” katanya.
Erwin menyesalkan sikap sebagian pengunjung yang enggan mengikuti arahan petugas.
“Faktanya, banyak yang nekat berenang di luar zona aman. Bahkan ada yang masuk ke laut saat belum ada pengawasan,” tandasnya.
Kepada wisatawan yang hendak berlibur ke pantai-pantai Lebak, pihak Balawista kembali mengimbau agar tidak menyepelekan tanda larangan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (*/Sahrul).



