Menjaga Kesehatan Sejak Dini, Puskesmas Bojongjuruh Dekatkan Layanan CKG ke Warga Kertaraharja

LEBAK – Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Puskesmas Bojongjuruh, Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.
Salah satunya melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) jemput bola di Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, pada Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan tim Mobile Klinik tersebut menyasar masyarakat umum dan ibu hamil.
Dalam pelayanan kali ini, sebanyak 50 warga menjadi sasaran CKG umum berdasarkan siklus hidup, sedangkan 20 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kesehatan, termasuk layanan ultrasonografi (USG).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Bojongjuruh, Hj. Melis Sridahlia, S.ST., Bdn., M.M., mengatakan CKG jemput bola menjadi salah satu cara untuk memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan sebelum muncul keluhan yang lebih serius.
“Tujuan utamanya mendekatkan akses layanan kesehatan, melakukan deteksi dini masalah kesehatan, meningkatkan jangkauan dan partisipasi masyarakat, serta mengidentifikasi warga yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” ujar Melis.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.
Dengan sistem jemput bola, petugas dapat hadir lebih dekat dengan warga sehingga pemeriksaan awal dapat dilakukan secara langsung.
Desa Kertaraharja merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Bojongjuruh yang dinilai memiliki antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan.
Melis mengatakan CKG jemput bola di desa tersebut bukan kali pertama dilaksanakan.
Kegiatan serupa telah beberapa kali dilakukan dan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pemerintah desa.
“Desa Kertaraharja bukan hanya kali ini menjadi objek jemput bola CKG. Sudah beberapa kali kami melaksanakan kegiatan di sini dan setiap kali pelayanan masyarakat yang datang selalu banyak. Dukungan dari pihak desa juga sangat baik, koordinasi berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Mobile Klinik memberikan pemeriksaan CKG secara umum. Sementara bagi ibu hamil, pemeriksaan dilengkapi dengan layanan USG untuk membantu mengetahui kondisi kehamilan berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Dari proses skrining dan pemeriksaan, tim dokter menemukan beberapa warga yang membutuhkan pemantauan maupun pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Salah satunya seorang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan USG obstetri. Dari pemeriksaan awal, diketahui posisi janin dengan kepala berada di sisi kiri perut ibu, kaki di sisi kanan, serta punggung janin mengarah ke bagian bawah.
Pemeriksaan juga menunjukkan posisi plasenta berada di bagian bawah dan dekat dengan pintu rahim.
Namun, temuan tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai komplikasi kehamilan.
Pemeriksaan dalam kegiatan Mobile Klinik merupakan bagian dari skrining dan deteksi awal sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi ibu dan janin secara lebih menyeluruh.
Dari hasil anamnesis, tenaga kesehatan juga mendapatkan informasi bahwa ibu hamil tersebut sebelumnya pernah menjalani pemijatan atau pengurutan pada bagian perut.
Karena itu, dokter memberikan edukasi agar ibu hamil tidak melakukan pemijatan atau manipulasi pada bagian perut tanpa rekomendasi tenaga kesehatan, terutama apabila terdapat kondisi kehamilan yang membutuhkan pemantauan.
Puskesmas Bojongjuruh menganjurkan pasien menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi ibu dan janin dapat dinilai secara lebih komprehensif.
Pemeriksaan Mobile Klinik sendiri berfungsi sebagai skrining awal dan bukan sebagai dasar untuk menetapkan diagnosis akhir.
“Dokter tidak langsung menyimpulkan adanya komplikasi hanya berdasarkan pemeriksaan Mobile Klinik. Namun, karena terdapat temuan yang perlu diperhatikan, pasien kami anjurkan mendapatkan pemeriksaan lanjutan secara komprehensif oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi,” jelas Melis.
Apabila dari hasil pemeriksaan awal ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas akan memberikan edukasi kepada pasien dan menyiapkan rujukan sesuai kebutuhan medis.
Menurut Melis, mekanisme tersebut penting agar setiap temuan kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing pasien.
CKG bukan hanya bertujuan mengetahui seseorang sedang sakit atau tidak.
Lebih dari itu, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali faktor risiko dan menemukan masalah kesehatan sedini mungkin.
Masyarakat juga diimbau tidak menunggu sampai mengalami keluhan berat untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Pemeriksaan secara berkala dapat membantu tenaga kesehatan memberikan edukasi maupun menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Khusus bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.
Apabila muncul keluhan atau terdapat hasil pemeriksaan yang perlu diperhatikan, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan menghindari tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan risiko.
“Harapannya masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kalau dari hasil skrining ditemukan sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut, jangan takut untuk mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” ujar Melis.
Melalui CKG jemput bola, Puskesmas Bojongjuruh berharap akses pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.
Kehadiran Mobile Klinik di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa deteksi dini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan individu dan keluarga. (*/Sahrul).


