Iklan Banner

Misteri Korban Hanyut di Sungai Ciujung Lebak Terungkap, Ditemukan 11 Kilometer dari Titik Awal

Pandeglang Gerindra HUT

 

LEBAK– Upaya pencarian tanpa henti selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Ciujung, Kabupaten Lebak, ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Rabu malam (28/1/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 11 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD Kabupaten Lebak, Tagana, relawan KSB, hingga partisipasi aktif warga setempat.

Sejak hari pertama, tim menyisir aliran Sungai Ciujung secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan arus sungai.

Koordinator Operasi SAR Lebak, Ferry Krishna, mengungkapkan bahwa pencarian tidak berjalan mudah.

Tim menghadapi tantangan berat berupa kontur sungai yang sulit dijangkau, arus air yang berubah-ubah, serta keterbatasan radius pencarian di sejumlah titik rawan.

Agil HUT Gerindra

“Di beberapa lokasi, penyisiran tidak memungkinkan menggunakan perahu karet jenis LCR karena kondisi medan dan keselamatan personel,” jelas Ferry.

Meski demikian, Tim SAR gabungan tetap memperluas area pencarian. Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar 7 kilometer dari titik kejadian, dengan strategi darat dan air yang disesuaikan kondisi lapangan.

Pada hari terakhir operasi, teknologi drone thermal turut dikerahkan untuk memantau area sungai dari udara, memperbesar peluang menemukan korban.

Hasilnya, pada Rabu malam sekitar pukul 20.25 WIB, tim Basarnas berhasil menemukan korban di aliran sungai sejauh kurang lebih 11 kilometer dari TKP.

Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan tetap mengedepankan prosedur keselamatan.

“Korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” ujar Ferry.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Namun, Ferry menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di sungai, terutama saat hujan deras atau kondisi air meningkat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien