Pemkab Lebak Janjikan Uwes Qorny Jadi Nama Jalan di Tahun 2019

LEBAK – Berangkat dari keresahan tentang aspirasi para mahasiswa yang sejak tahun 2016 belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak, maka Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) menggelar acara diskusi terbuka terkait penganugerahan penghargaan kepada tokoh pendiri Provinsi Banten Almarhum Uwes Qorny, untuk dikenang jasanya dengan menjadikan salah satu nama jalan di Kabupaten Lebak.

Telah diketahui Almarhum Uwes Qorny adalah seorang tokoh pergerakan dan tokoh pendiri Provinsi Banten, yang dikenal paling lantang bersuara untuk pembentukan Provinsi Banten sejak tahun 60-an.

Turut hadir dalam acara tersebut Bonnie Triyana selaku sejarahwan, Dedi Supardi selaku Budayawan, Koswara kerabat almarhum, Billy Barkah dan Wulan Qorny selaku anak kandung almarhum, dan juga Pemerintah Kabupaten Lebak yang diwakili oleh Asda I Kabupaten Lebak, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak.

Farid Rizky sebagai ketua panitia, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan sukses karena menghasilkan kesepakatan yang sesuai harapan.

“Alhamdulillah keinginan selama tiga tahun ke belakang menghasilkan kata sepakat antara perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Lebak dengan kami selaku mahasiswa, yang mengajukan keinginan untuk Almarhum Uwes Qorny dikenang jasanya melalui nama jalan,” kata Farid Rizky kepada faktabanten.co.id, Sabtu (9/2/2018) malam.

Dalam kesempatan diskusi tersebut para mahasiswa juga sambil menggelar festival photo jalan rusak yang diambil dari beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak, sebagai salah satu bentuk kritikan kepada Pemerintah.

“Semoga festival photo jalan rusak yang kami gelar juga dapat menjadi sebuah kritikan bagi Pemerintah Daerah. Karena kami sebagai mahasiswa terus menjalankan agent of social control,” lanjut Farid.

Dalam kesempatan tersebut, Bonnie Triyana selaku sejarahwan mengungkapkan setuju atas usulan dan aspirasi KUMALA, karena mengingat jasa almarhum Uwes Qorny pada Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten sangat layak untuk diberikan penghargaan.

Ks nu

Menurut Bonnie, Uwes Qorny adalah seorang sosok yang mampu menginspirasi banyak orang, namun hingga saat ini banyak orang yang mempertanyakan akan jasa beliau, karena belum ada buku yang menceritakan secara khusus.

“Ini adalah pekerjaan rumah bagi para mahasiswa selanjutnya untuk dapat menulis jejak rekam Uwes Qorny, agar tidak sekedar dikenang melalui nama jalan semata,” ungkap Bonnie.

Foto bersama KUMALA usai diskusi dengan Asda I dan sejarahwan tentang penghargaan untuk almarhum Uwes Qorny / Dok

“Bagaimana juga caranya supaya kita mampu menciptakan literatur karya tulis yang akan menjadikan budaya dan bahan untuk diskusi karena gagasan beliau (Uwes Qorny) harus tersampaikan dan terus hidup, untuk dapat memotivasi kaula muda utamanya agar memiliki mimpi dan mewujudkannya dengan penuh perjuangan,” ajak Bonnie.

Alkadri, sebagai Asda I Pemkab Lebak juga mengaku bahwa saat ini pihaknya sudah membuat kajian untuk memberikan penghargaan terhadap para pelaku sejarah di Kabupaten Lebak.

“Sebelumnya kami selaku perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Lebak sudah membentuk tim untuk dapat menginventarisir fakta sejarah, untuk dapat diajukan sebagai Perda nama jalan, yang kami rasa Perda ini sudah harus direvisi karena sejak tahun 1989 belum direvisi kembali,” terang Alkadri.

Menutup acara diskusi, Alkadri berjanji akan merealisasikan harapan mahasiswa tersebut pada tahun 2019 ini.

“Sebelumnya ada sekitar 126 nama jalan yang belum ada namanya di Kabupaten Lebak, dan pada diskusi malam hari ini kami menyepakati Almarhum Uwes Qorny untuk diajukan menjadi salah satu nama jalan tersebut dan akan mengajukannya melalui Perda inisiasi bersama Bupati dan Wakil Bupati Lebak, DPRD Lebak, Dinas PUPR, dan Dishub Lebak pada tahun ini,” tutupnya. (*/Eza Y,F)

[socialpoll id=”2521136″]

Cibeber nu