Wisata Anyer

PPNI Lebak Dukung Upacara Sumpah Pemuda 2026, Tiga Petugas Turut Perkuat Semangat Kebangsaan

LEBAK– Keterlibatan sejumlah tenaga kesehatan dan aparatur sebagai petugas upacara Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menjadi bagian dari partisipasi lintas profesi dalam memperingati sejarah perjuangan bangsa.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mendukung pelaksanaan upacara tersebut.

Dukungan itu sejalan dengan pentingnya menjaga nilai persatuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tiga personel yang tercatat bertugas dalam kegiatan tersebut yakni Ns. Deni Hermawan, S.Kep., staf SDK Farmasi dan POM; Aine Saefulloh Pratama Zebua, S.Kep., Ners., M.M., Kasubag Program Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak; serta Benu Dwiyana, S.Kep., Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga.

Keterlibatan ketiganya menunjukkan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi ruang partisipasi bagi berbagai unsur profesi dan pemerintahan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dukungan PPNI Lebak terhadap kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sehari-hari, tetapi juga melalui partisipasi dalam kegiatan yang memperkuat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

“Semangat Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai pengingat bahwa persatuan merupakan kekuatan bangsa. Setiap profesi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif sesuai bidang pengabdiannya,” ujar Endang Komarudin.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang peristiwa bersejarah tahun 1928.

Saat itu, para pemuda Indonesia menegaskan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Nilai tersebut tetap relevan dalam kehidupan saat ini. Persatuan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, kerja sama, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan.

Dalam bidang kesehatan, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui pelayanan yang profesional, sikap humanis kepada pasien, serta kerja sama antartenaga kesehatan dan masyarakat.

“Bagi tenaga perawat, semangat persatuan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang tulus, profesionalisme, dan kepedulian terhadap masyarakat. Pengabdian kepada bangsa juga dimulai dari tanggung jawab menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Endang.

Keterlibatan tenaga kesehatan dalam upacara di Alun-Alun Rangkasbitung menjadi pengingat bahwa perawat memiliki peran dalam kehidupan sosial dan kebangsaan, selain menjalankan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan.

Tenaga perawat juga dapat berkontribusi melalui edukasi kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan semangat gotong royong.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, menjaga persaudaraan, dan mengambil bagian dalam pembangunan. Kemajuan daerah membutuhkan kontribusi bersama dari berbagai kalangan,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, semangat persatuan diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Nilai-nilai perjuangan para pemuda pada 1928 perlu diterapkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui pelayanan publik yang berkualitas dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Partisipasi petugas dari berbagai bidang dalam upacara tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan dalam memperingati sejarah bangsa.

Pada akhirnya, menjaga persatuan bukan hanya tugas generasi muda, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kabupaten Lebak dan Indonesia yang lebih baik. (*/Sahrul).

PT PCM Hari Santri
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien