Relokasi PKL Rangkasbitung Masih Terkendala, Pedagang Resah Soal Nasib Usaha

LEBAK – Rencana relokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Pasar Rangkasbitung ke lokasi baru di Pasar Kandang Sapi hingga kini belum juga terealisasi.
Ketidakjelasan jadwal pemindahan membuat para pedagang mulai resah akan keberlangsungan usahanya.
Pasar Kandang Sapi yang terletak di Kampung Tanjong, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, sebenarnya telah dipersiapkan sebagai lokasi alternatif bagi aktivitas para PKL.
Namun hingga pertengahan Juni 2025, belum ada kejelasan soal kapan proses relokasi itu akan dimulai.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, menjelaskan bahwa secara fisik bangunan pasar baru tersebut sudah siap digunakan. Namun, proses relokasi masih terganjal karena menunggu arahan resmi dari pimpinan daerah.
“Semua tahapan awal seperti pendekatan persuasif, sosialisasi, hingga penyediaan insentif bagi pedagang yang siap pindah sudah dilakukan. Tinggal menunggu keputusan dari atasan kami,” ujar Yani saat dihubungi, Sabtu (14/6/2025).

Ketika ditanya mengenai waktu pasti pelaksanaan relokasi, Yani tidak bisa memberikan tanggal yang pasti.
Ia hanya menyebutkan bahwa target semula adalah pada bulan Juni ini, tetapi pelaksanaannya bisa berubah tergantung keputusan pimpinan.
Di sisi lain, para pedagang di Pasar Rangkasbitung mengaku khawatir jika harus pindah ke lokasi baru yang belum teruji secara ekonomi.
Salah satunya adalah Umar pedagang sayur, yang merasa belum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah.
“Bukan kami menolak pindah, tapi belum ada jaminan tempat baru itu ramai. Kalau sepi, terus kami makan apa? Kami juga belum pernah diajak sosialisasi langsung, kabar cuma lewat paguyuban,” ungkapnya.
Menurutnya, lokasi Pasar Kandang Sapi dinilai terlalu jauh dari pusat keramaian dan belum tentu bisa menarik pembeli dalam jumlah yang cukup. Hal ini menjadi alasan utama sebagian pedagang enggan pindah dalam waktu dekat.
Ketidakpastian relokasi PKL ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar lebih transparan dalam komunikasi serta responsif terhadap kekhawatiran pelaku ekonomi kecil.
Para pedagang berharap jika relokasi tetap dilakukan, maka harus dibarengi dengan strategi pemasaran dan jaminan kelayakan usaha di tempat baru. (*/Sahrul).


