Wisata Anyer

Target Produktivitas Naik, Lebak Uji Varietas Padi PS 08 dengan Potensi Panen 8,7 Ton per Hektare

Posco Idul Adha

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai menggenjot peningkatan hasil produksi pertanian melalui pengembangan varietas padi unggul PS 08.

Program ini diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas gabah petani hingga mencapai 8,7 ton per hektare, lebih tinggi dibanding rata-rata hasil panen yang selama ini berada pada kisaran 6 hingga 7 ton per hektare.

Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan tanam perdana padi PS 08 di areal persawahan Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan melibatkan petani, penyuluh pertanian, Pemerintah Kabupaten Lebak, serta Yayasan Bhakti Bela Negara sebagai mitra pendukung program penguatan sektor pangan.

Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya yang hadir langsung di lokasi menyebut peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu fokus penting pembangunan daerah.

PT PCM Idul Adha

Menurutnya, sektor pangan harus terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian memiliki peran besar dalam perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan hasil panen menjadi salah satu target yang harus dicapai melalui penggunaan teknologi dan varietas unggul,” ujar Hasbi.

Menurut dia, posisi Kabupaten Lebak yang berada di wilayah penyangga kawasan metropolitan menjadikan daerah tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan dalam skala lebih luas.

Program penanaman padi PS 08 sendiri dikembangkan melalui demonstrasi plot (demplot) seluas 10 hektare.

Luasan itu tergolong besar dibandingkan program percontohan pertanian yang umumnya hanya dilakukan pada lahan satu hingga dua hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa target utama program bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengukur efektivitas varietas baru dalam meningkatkan pendapatan petani.

“Jika produktivitas bisa mencapai 8,7 ton per hektare, tentu ada peningkatan hasil yang cukup signifikan. Dampaknya bukan hanya pada produksi, tetapi juga terhadap nilai ekonomi yang diterima petani,” katanya.

Rahmat mengatakan, keberhasilan program tersebut dapat menjadi model pengembangan pertanian yang diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Tri Martono, menilai peningkatan produktivitas pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Menurutnya, upaya meningkatkan hasil panen harus dilakukan secara berkelanjutan agar petani mampu menghasilkan produksi yang lebih optimal dengan biaya yang tetap efisien.

“Produksi yang meningkat akan berdampak pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Data Dinas Pertanian menunjukkan Kecamatan Rangkasbitung memiliki luas sawah sekitar 1.228 hektare. Sementara di Desa Kolelet terdapat sekitar 108 hektare lahan sawah yang menjadi salah satu kawasan potensial untuk pengembangan varietas unggul.

Melalui pengujian dan pengembangan padi PS 08 ini, Pemkab Lebak menargetkan terjadinya peningkatan hasil panen secara bertahap.

Jika target produktivitas tercapai, Kabupaten Lebak berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil padi utama di Provinsi Banten sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di tengah tantangan kebutuhan pangan yang terus bertambah.

Dengan target panen mencapai 8,7 ton per hektare, program padi unggul PS 08 menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani di Kabupaten Lebak. (*/sahrul).

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien