Iklan Banner

Tradisi Unik di Lebak! Bunyi Meriam Masjid Al-Araaf Jadi Penanda Berbuka dan Imsak

Saiful Basri HPN

 

LEBAK– Di tengah kemajuan teknologi, Masjid Agung Al-Araaf di Rangkasbitung masih mempertahankan tradisi unik yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Setiap bulan Ramadan, suara dentuman meriam menggema sebagai tanda waktu berbuka puasa dan imsak, sebuah kebiasaan khas yang jarang ditemukan di tempat lain.

Candra, salah satu petugas masjid, menjelaskan bahwa tradisi ini sudah dilakukan sejak lama dan tetap dipertahankan hingga sekarang.

“Meriam ini ada dua, terbuat dari besi dengan panjang sekitar tiga meter, dan bahan bakarnya menggunakan karbit. Kami menyalakannya dua kali sehari, saat berbuka puasa dan saat imsak,” katanya kepada Fakta Banten, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, suara meriam ini bisa terdengar hingga radius 2-3 kilometer, tergantung arah angin.

Oong Ade HUT Gerindra

Tradisi ini bukan hanya sekadar penanda waktu, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Banyak warga yang sengaja datang ke Masjid Agung Al-Araaf untuk merasakan suasana khas Ramadan di sana.

“Setiap Ramadan, banyak orang berkumpul di sini untuk menunggu suara meriam. Begitu dentuman terdengar, mereka langsung berbuka puasa dan kemudian melanjutkan salat Maghrib serta Tarawih berjemaah,” tambah Candra.

Andi, seorang warga Rangkasbitung, mengaku selalu menantikan momen ini setiap Ramadan.

“Kami datang ke sini bukan hanya untuk berbuka, tetapi juga untuk menikmati suasana Ramadan yang berbeda. Tradisi ini harus tetap dijaga,” ujarnya.

Masjid Agung Al-Araaf berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

“Insyaallah, meriam ini akan terus kami jaga agar tetap menjadi bagian dari Ramadan di Rangkasbitung,” pungkas Candra. (*/Sahrul).

Ade Hasbi HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien