Waspada Perangkap Calo PPPK, BKPSDM Lebak Himbau Peserta Jangan Tertipu Janji Lolos
LEBAK – Masyarakat Kabupaten Lebak yang tengah berjuang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diminta lebih waspada.
Pasalnya, fenomena praktik percaloan kembali mencuat seiring dibukanya rekrutmen PPPK tahun 2025 di berbagai bidang.
Modus yang digunakan pun tak main-main. Para calo menjanjikan kelulusan seleksi dengan syarat tertentu, termasuk menyetor sejumlah uang.
Tawaran itu kerap dikemas secara meyakinkan seolah mereka memiliki “orang dalam” di instansi pemerintah.
Menanggapi hal itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebak menegaskan bahwa sistem seleksi saat ini tak memberi ruang sedikit pun bagi praktik manipulasi.
“Seluruh proses seleksi PPPK dilakukan secara transparan dan berbasis sistem CAT. Tidak ada celah bagi calo untuk mengatur hasil,” kata Kepala Bidang PIP BKPSDM Lebak, Iqbaludin, Jumat (23/5/2025).
Ia mengungkapkan, seleksi tahap II PPPK tahun ini diikuti oleh 1.676 peserta. Namun, hanya 1.511 yang hadir mengikuti tes berbasis komputer.
Sementara itu, formasi yang tersedia tersisa 44 posisi, terdiri dari tenaga kesehatan, guru, dan teknis.
Iqbal menyebutkan bahwa hasil seleksi dapat langsung dipantau secara live melalui kanal resmi Youtube BKN Regional III Bandung.
“Jadi, jangankan nilai peserta lain, nilai sendiri pun langsung bisa dilihat. Semuanya terbuka dan disiarkan langsung,” ungkapnya.
Hingga kini, belum ditemukan kasus peserta PPPK di Lebak yang menjadi korban penipuan calo. Namun, BKPSDM tak ingin kecolongan. Edukasi dan peringatan terus disampaikan kepada seluruh calon peserta.
“Kami selalu tekankan sejak awal: jangan pernah percaya pada siapapun yang menjanjikan bisa meloloskan,” tegas Iqbal.
Senada, Kepala BKPSDM Lebak Eka Prasetiawan menambahkan, pihaknya tidak hanya mengawal integritas seleksi, tapi juga memberikan pendampingan berupa informasi, materi pelatihan, dan pembekalan.
“Kami tidak tinggal diam. Setiap peserta berhak atas kesempatan yang adil. Yang perlu disiapkan adalah kompetensinya, bukan uang untuk calo,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa keberhasilan dalam seleksi PPPK ditentukan oleh kemampuan diri, bukan koneksi maupun transaksi.
“Mari kita jaga bersama proses seleksi ini agar tetap bersih, jujur, dan profesional,” pungkas Eka. (*/Sahrul).
