Akan Ada Selalu Variasi Buah dan Sayur Dalam Menu Makanan Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada jemaah haji Indonesia tidak hanya memenuhi standar kualitas, tetapi juga kecukupan gizi dengan komposisi yang seimbang.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, Kamis (23/4/2026) menjelaskan bahwa peningkatan kualitas layanan konsumsi tahun ini dilakukan untuk menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Selain memperhatikan kandungan karbohidrat dan protein, PPIH juga memastikan adanya variasi buah dan sayur dalam setiap menu yang disajikan kepada jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menariknya, pada musim haji tahun ini terdapat peningkatan porsi pada komponen karbohidrat dan protein guna mendukung stamina jemaah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
Standar porsi per piring yang ditetapkan yakni karbohidrat sebanyak 170 gram atau meningkat dari sebelumnya 150 gram, kemudian protein 80 gram dari sebelumnya 75 gram, serta sayur sebanyak 70 gram.
Selain itu, setiap paket makanan juga dilengkapi dengan buah dan air mineral sebanyak 600 mililiter.
Variasi buah yang diberikan pun beragam, mulai dari jeruk, apel hingga pir, sehingga jemaah tetap mendapatkan asupan vitamin yang cukup setiap harinya.
Indri menambahkan, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dengan menyediakan menu bertekstur lebih lunak atau penyesuaian lainnya sesuai kebutuhan.
Penyesuaian menu tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari Ketua Kloter masing-masing, sehingga pelayanan dapat lebih tepat sasaran.

Selain aspek gizi, PPIH juga menekankan pentingnya waktu konsumsi makanan bagi jemaah.
Hal ini mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem, sehingga makanan memiliki batas waktu layak konsumsi agar tidak basi atau terkontaminasi.
Jemaah diimbau untuk segera mengonsumsi makanan begitu diterima sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
Adapun batas maksimal waktu konsumsi makanan berdasarkan Waktu Arab Saudi (SAR) yakni makan pagi maksimal pukul 09.00 SAR, makan siang maksimal pukul 15.00 SAR, dan makan malam maksimal pukul 21.00 SAR.
“Kami mohon jemaah memperhatikan stiker batas waktu yang tertera pada kemasan box makanan. Segera dimakan, jangan disimpan terlalu lama demi kesehatan bersama,” jelasnya ujarnya di sela pemeriksaan di Kantor Daker Madinah, Kamis (23/4/2026).
Untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, PPIH menerapkan sistem meal test atau pemeriksaan makanan secara rutin setiap hari.
“Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini krusial untuk memastikan apa yang diterima jemaah sudah layak dan sesuai standar,” pungkasnya.
Melalui skema tersebut, pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari cita rasa hingga kesesuaian berat porsi atau gramasi.
Pemeriksaan ini juga dilakukan secara konsisten guna menjaga standar layanan katering di seluruh wilayah layanan jemaah haji Indonesia.
Fokus utama dalam pengawasan tersebut mencakup kualitas rasa makanan serta kesesuaian gramasi sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sehingga kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi selama menjalankan ibadah haji. (*/ARAS)


