Delegasinya Diterima Wapres JK, Taliban Kini Tak Lagi Dianggap Teroris?

Sankyu

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI membenarkan laporan yang menyebut sejumlah delegasi kelompok Taliban berkunjung ke Jakarta pada Sabtu pekan lalu.

Pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, memaparkan delegasi yang dipimpin langsung oleh Mullah Abdul Ghani Baradar, wakil pimpinan Taliban, itu sempat bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Mereka (delegasi Taliban) diterima secara informal oleh pak Wapres pada Sabtu lalu,” ucap Teuku sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (29/7/2019).

Meski begitu Teuku enggan menjelaskan lebih lanjut maksud delegasi Taliban berkunjung ke Jakarta dan juga hasil pertemuan kelompok itu dengan JK.

Padahal sejak tahun 1990-an Amerika Serikat dan dunia internasional termasuk Indonesia mencitrakan Taliban merupakan kelompok teroris yang harus dibasmi, bukan sebagai pemerintahan negara berdaulat. Bahkan tokoh pentolannya yakni Usamah Bin Ladin, akhirnya harus diburu dan dibunuh oleh pasukan sekutu Amerika dan Afganistan, demi membubarkan negara Taliban.

Tapi kali ini, Pemerintah Republik Indonesia meski belum secara terbuka menjelaskan maksud dari pertemuan Wapres JK dengan pemimpin Taliban. Tentu banyak pihak berspekulasi dan meyakini tentang mulai dibangunnya hubungan diplomatik antara 2 negara berpenduduk mayoritas Muslim ini.

Sekda ramadhan

Sementara itu, juru bicara Taliban, Zabinhulllah Mujahed mengatakan delegasinya berkunjung ke Jakarta untuk memperkuat relasi politik dan kerjasama antara Indonesia-Afghanistan di masa depan.

“Dalam perjalanan, pembicaraan akan berlangsung seputar relasi politik yang baik antara kedua negara, perdamaian, dan kerja sama di masa depan dengan Afghanistan,” kata Mujahed melalui media sosialnya seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Mujahed menuturkan Baradar ditemani delapan delegasi Taliban dalam kunjungannya itu. Lawatan ini, paparnya, dilakukan ketika pemerintah dan akademisi Islam Indonesia terus memberi dukungan terkait proses perdamaian di Afghanistan.

Jakarta juga dikabarkan akan menggelar konferensi ulama dan akademisi Islam dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia, bulan ini.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Desra Percaya, juga tengah bulak-balik mengunjungi Kabul di awal bulan ini terkait persiapan konferensi tersebut.

Menurut Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, selain membicarakan persiapan konferensi trilateral ulama, lawatan Desra beberapa waktu lalu juga dilakukan guna mendiskusikan peran dan kemitraan Indonesia dalam proses perdamaian negaranya.

Pada Mei lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga sempat menemui Baradar di Doha, Qatar. (*/CNN)

Honda