Firdaus: SMSI Siapkan Lompatan-lompatan Hebat untuk Masa Depan Indonesia

SERANG – Firdaus selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan tokoh pers di Banten memberikan informasi penting kepada seluruh awak media massa.
Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten ini membeberkan masa depan jurnalis dan teknologi yang harus disongsong bersama.
Menurutnya revolusi yang terjadi dalam dunia jurnalistik terjadi akibat perkembangan teknologi di zaman yang ada.
“Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang kemarin dilaksanakan di Cilegon itu sebagai salah satu proses untuk menandai bahwa rekan-rekan sebagai jurnalis profesional,” kata Firdaus.
Dalam pemaparannya, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mempertanyakan profesionalitas kawan-kawan jurnalis ke depan dalam menangkap fenomena hari ini untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang cepat.
Lanjut Firdaus menjelaskan regulasi kita seharusnya sudah menyautnya, maka dari itu SMSI bersama media siber yang lain merumuskan apa yang harus diantisipasi
“Nanti kita garap bagaimana memasukan news ke dalam metaverse,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, media online dulu yang besar dan mainstream bisa kalah kompetisi dengan media kecil saat ini.
Penyebabnya adalah sesuatu yang besar itu katanya akan terhambat ketika akan melakukan suatu manuver atau gerakan.
“Kawan-kawan bisa lebih maju, jika kawan-kawan fokus dan bisa melompat ke Metaverse asalkan serius dan mampu merumuskan permasalahan yang ada,” ujarnya.
“Yang besar itu susah untuk melakukan manuver dan sangat sulit, karena ketika dia ingin berubah dia harus menyelesaikan urusan lama yang luas yaitu karyawannya dan sumber dayanya,” ujar Firdaus.

Menurutnya penyelesaian itu akan berlangsung lama sama dengan membuat perusahaan baru lagi dan harus menginvestasikan dua kali lipat untuk melompat ke arah Metaverse.
“Sehingga kawan-kawan yang kecil inilah yang ditangkap oleh smsi, bagaimana memberdayakan SDM secara maksimal dengan cara Kolaborasi,” lanjut dia.
Firdaus juga menggambarkan hal-hal luar biasa jika perusahaan-perusahaan kecil ini bersinergi dan berkolaborasi maka akan menjadi media masa depan.
“Semua keahlian digabungkan, keahlian yang algoritma, yang mendesain Metaverse, itulah yang dilakukan SMSI, selain merawat jurnalis yang tradisional,” ujarnya.
Indonesia kedepan sudah mengenal Metaverse, merekayasa teknologi serta persepsi sesuai yang diungkapkan Ketum SMSI ini.
Firdaus yang menjabat sebagai CEO Teras Media Grup ini juga mengatakan teknologi pengamanan juga harus dikuasai oleh para jurnalis, yang dimana saat ini pengamanan teknologi dikuasai oleh pihak intelijen, TNI, dan BSN (Badan Sandi Negara).
“Untuk itu ke depan, itu yang coba digeluti oleh SMSI guna mempertahankan yang tradisional dan memperkuatnya lalu masuk ke Metaverse dan dilanjut ke AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasaan buatan,” ucapnya.
Firdaus kembali menegaskan bahwa jika organisasi siber hanya berpikir content, maka media siber akan selesai, dan Indonesia juga selesai.
“Karena apa, Samsung sudah ada news, google ada news semua ada news, sehingga orang gak perlu baca detik lagi, orang cukup baca komprehensif saja,” tegasnya menjelaskan alasan hal diatas.
SMSI kata Firdaus menjelaskan adalah organisasi yang mengurusi lompatan-lompatan besar diatas yang terdiri dari pengusaha-pengusaha media kecil yang mudah keluar dari zona nyaman
“Semoga SMSI menjadi alternatif, dan pemerintah segera memberikan anggarannya kepada kita,” harapnya.
Menutup pembicaraan ada kesimpulan yang Firdaus tuturkan, yaitu 3 hal yang akan direkayasa, seperti mempertahankan yang konvensional, melompat ke Metaverse , lalu masuk kedalam Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence. (*/Hery)


