Gus Yahya Didesak Mundur, Diberi Tenggat Tiga Hari oleh Syuriyah PBNU
JAKARTA — Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menghangat.
Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar di Jakarta memutuskan untuk meminta Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, agar mundur dari jabatannya.
Keputusan itu tertuang jelas dalam risalah resmi yang ditandatangani Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar.
“Berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Ketua Rai Aam memutuskan KH. Yahya Cholil Staquf mundur sebagai Ketua Umum PBNU,” bunyi dokumen tersebut, dikutip Sabtu (22/11/2025)
Melalui rapat tersebut, Gus Yahya diberi waktu tiga hari untuk menyatakan pengunduran diri.
Kakak dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu diharapkan segera mengambil keputusan sesuai hasil musyawarah.
Risalah itu juga menegaskan langkah yang akan diambil apabila tenggat itu terlewat.
“Jika dalam tiga hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” demikian bunyinya.
Rapat digelar di Hotel Aston City, Jakarta, pada Kamis (20/11/2025), dan diikuti 37 dari total 53 anggota. ***

