Wisata Anyer

Isrudin Ikhlas Temani 4 Lansia Walau Tak Kenal, Bentuk Kepedulian Sesama Jemaah Haji Indonesia

MADINAH – Semangat kepedulian dan saling membantu antar jemaah haji Indonesia kembali terlihat di tanah suci.

Adalah sosok jemaah bernama Isrudin, 54 tahun, asal Pagar Alam, kloter PLM 13, Palembang, yang memilih menemani dan merawat empat jemaah lansia sepanjang rangkaian ibadah haji, meski awalnya ia hanya berangkat bersama sang ibu.

Kisah itu ia bagi ke Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) saat menunggu kepulangan di Hajj Pavilion 5 Bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Sabtu (20/6/2026).

“Pengalaman yang luar biasa, merawat empat lansia yang tidak bisa jalan, kadang merengek seperti anak-anak karena minta didahulukan,” ungkapnya kepada Media Center Haji (MCH).

Isrudin berangkat haji bersama ibunya yang sudah tidak kuat jalan jauh.

Setiba di Madinah dan bergabung dengan kloter PLM 13, ia bertemu para lansia lain yang berangkat mandiri tanpa pendamping. Kondisi mereka sama-sama terbatas mobilitas.

“Kasihan, saya lihat mereka berangkat sendiri-sendiri, nggak ada yang bantu. Saya cuma sama ibu, tapi rasanya nggak tega ninggalin,” ujar Isrudin.

Sejak itu, Isrudin merawat lima orang sekaligus termasuk ibunya. Mulai dari mendorong kursi roda, bantu wudhu, sampai mengantarkan ke tenda saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Meski sempat kewalahan, ia tetap ikhlas.

“Kadang mereka rewel minta didahulukan, seperti anak kecil. Tapi saya anggap itu ladang pahala,” katanya sambil tersenyum.

Di tengah kesibukannya merawat lansia, Isrudin tetap memberi nilai tinggi untuk penyelenggaraan haji tahun ini.

Ia memuji sistem dan alur pelayanan Kementerian Haji dan Umrah Saudi (Kemenhaj) di bawah Menteri Muchamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Dahnil Anzar.

“Alhamdulillah, pelayanan haji 2026 ini bagus. Kalau saya kasih nilai 98 persen. Dari pemberangkatan, alur, sampai pelayanan di lapangan sangat membantu kami,” ungkapnya.

Saat berita ini ditulis, Isrudin masih setia mendampingi keempat lansia itu pulang ke tanah air.

Rencananya, mereka akan mendarat di Palembang bersama-sama.

Sebagai buah tangan, Isrudin membawa kurma untuk keluarga di Pagar Alam.

Kisah Isrudin jadi pengingat, bahwa haji bukan cuma urusan ritual pribadi, tapi juga tentang kepedulian sesama.

Di tengah jutaan jemaah, satu tangan yang mau menolong bisa membuat perjalanan spiritual orang lain jauh lebih ringan. (*/Red/MCH-2026)

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien