Jubir Kemenhaj Sebut Ada Peserta Diklat Petugas Haji Dipulangkan Karena Akali Absensi Kehadiran

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya mengungkapkan bahwa tidak semua peserta Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) dinyatakan lolos sampai berangkat ke tanah suci.
Menurut Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, dalam laporannya menyebut ada 6 dan 7 peserta Diklat PPIH yang ternyata dipulangkan.
Diketahui 6 orang peserta karena tidak memenuhi standar kesehatan, dan 7 peserta karena tidak mengikuti prosedur diklat sesuai ketentuan.
Juru Bicara Kemenhaj, Mawardi Anisa Suci, menjelaskan bahwa diklat merupakan bagian dari seleksi PPIH.
“Kita semua, panitia khususnya, berharap semua calon-calon petugas haji ini lolos untuk dikukuhkan sebenarnya. Tapi di hari pertama, di awal Pak Wamen menyampaikan, saat pelantikan pembukaan diklat ini sudah dimention bahwasannya, dalam 20 hari lebih kurang, diklat ini tidak bisa dipastikan bahwasannya seluruh calon petugas haji akan diberangkatkan. Karena banyak beberapa faktor,” ungkap Suci ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (29/1/2026).
Suci menjelaskan lebih detail tentang faktor kegagalan peserta akibat tidak mematuhi prosedur, salah satunya mengakali absensi kehadiran.
“Salah satu yang paling fatal itu adalah absensi. Nah, absensi ini berupa kode QR. Di dalam kelas itu, setiap kelas seperti bahasa Arab, dan kelas-kelas lainnya, itu peserta harus absen menggunakan QR secara person, tapi ternyata fisik tidak ada di kelas. Dan itu salah satu bentuk yang fatal,” ungkap Suci.
” Dan ada juga yang menggugurkan seperti yang dimention tadi adalah, gugur gara-gara memang dalam pekerjaan, mereka tidak mendapatkan izin, secara tidak langsung mengundurkan diri. Dan ada juga karena penyakit,” imbuhnya.
Sebanyak 6 peserta diketahui tidak lolos Diklat sebagai petugas haji, karena penyakit yang tidak bisa ditoleransi.
“Yang penyakit ini saya tidak bisa menjelaskan secara khusus, karena memang jenis penyakit itu adalah rahasia, hanya tim-tim panitia khusus yang tahu, gitu. Tapi salah satunya itu yang paling krusial, ada salah satu dari mereka yang gugur itu memiliki indikasi penyakit jantung,” jelas Suci lagi.
Jubir Kemenhaj ini berharap agar publik tidak hanya terfokus pada masalah satu orang influencer yakni Chiki Fawzi yang tidak bisa lanjut dalam Diklat PPIH.
Karena menurutnya, Diklat PPIH kali ini telah benar-benar melakukan seleksi, sehingga sejumlah peserta dinyatakan tidak lolos untuk jadi petugas haji.
“Kita juga menyampaikan, terfokus ke publik juga, bukan hanya satu, tapi ada beberapa. Beberapa itu untuk beberapa hari yang lalu, itu ada enam. Dan dari hasil yang kita cek lagi, kemungkinan besok akan ada lagi petugas yang akan dicopot kembali. Ada penambahan,” jelas Suci lagi.
Suci kembali menegaskan bahwa diklat adalah proses seleksi, dan tidak semua peserta diklat lolos untuk jadi petugas haji kali ini.
“Seperti itulah yang disampaikan oleh Bapak Menteri dan Bapak Wamen, tidak ada istilahnya petugas haji yang nebeng untuk naik haji. Karena kita memfokuskan untuk pelayanan maksimal, meskipun kemungkinan insya Allah, kalau memang rezekinya kita juga bisa sambil melaksanakan ibadah haji. Tapi itu bukan fokus utama, fokus utama adalah kerja dan melayani jemaah,” pungkasnya.
Diketahui, Diklat PPIH Arab Saudi 2026 telah memasuki hari akhir sesi tatap muka secara langsung di Asrama Haji Pondok Gede.
Dimulai pada 10 Januari 2026, pada Jum’at hari ini (30/1/2026) dilakukan upacara pengukuhan sekaligus penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Markas Komando Daerah I Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (*/Red)


