Jusuf Kalla Resmikan Lembaga Wakaf Paramadina: Langkah Awal Wakaf Produktif

Dalam sambutannya Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Dr. Imam Teguh Saptono menyampaikan bahwa ini merupakan reborn daripada Yayasan Wakaf Paramadina untuk bisa lahir menjadi salah satu badan wakaf nasional dan harapannya bisa mencapai kancah internasional.
“Wakaf selalu hadir dalam puncak peradaban umat dimana peradaban ditopang oleh zakat dan wakaf. Jadi saat perbankan belum hadir, justru lembaga wakaf lah yang mewarnai aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Dr. (HC) Drs. H.M. Jusuf Kalla Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina dalam sambutannya menyampaikan tentang perlunya langkah-langkah terobosan baru dalam pengelolaan lembaga wakaf yang sudah berjalan lama dan berharap Lembaga Wakaf Paramadina bisa berkembang sebagaimana Harvard.
“Lembaga wakaf ini adalah sebagai bentuk amal yang memiliki nilai jangka panjang sehingga lebih mudah kita pertanggungjawabkan dengan pengelolaan sebaik-baiknya,” ujar mantan Wapres ini.
Selanjutnya Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Ventje Rahardjo Soegiono, S.E., M. Ec mengucapkan selamat atas ditunjuknya LWP sebagai nazir oleh Badan wakaf Indonesia.

“Semoga LWP dapat dibangun dengan prinsip tata kelola modern, transparan, kreatif, akuntabel yang berorientasi pada pelayanan nasabahnya. Sehingga upaya bersama kita dalam memanfaatkan potensi wakaf di Indonesia yang luar biasa dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Program Lembaga Wakaf Paramadina akan dikelola oleh anak-anak muda yang merupakan mahasiswa maupun alumni Universitas Paramadina, memiliki konsen terhadap Wakaf.
Sebagai Direktur Eksekutif ditunjuk Wusda Hesta Wibawa, seorang entrepreneur muda berbasis syariah. LWP dijalankan bersinergi dengan berbagai pihak, diantaranya bermitra strategik dengan DMI, BSI, WaCIDS, Komunitas Entrepreneur dan mitra lainnya.
“Bersama DMI, Wakaf Paramadina hendak menyalurkan beasiswa untuk 150 Takmir, Nazir dan Santri, serta memberikan bantuan 1000 gerobak untuk Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Bersama WaCIDS, LWP menjalankan misi meningkatkan literasi & riset wakaf dengan harapan ke depan akan hadir program studi khusus wakaf. Bersama BSI menjadi jalan bagi Wakaf Paramadina untuk kemudahan transaksi keuangan syariah, investasi syariah serta melakukan promosi bersama melalui JadiBerkah.id,” ungkap Wusda menambahkan.
Setelah acara launching, dilanjutkan penyerahan MoU antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah diwakili oleh Dr. Sutan Emir Hidayat dengan Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini.
Lembaga Wakaf Paramadina menjadi satu langkah kesempatan bagi semua untuk beramal. Wakaf produktif sebagai sebuah investasi akhirat yang sustainable, berkelanjutan tak terputus amalnya. Bagi Kawan Wakaf yang ingin berpartisipasi menginvestasikan amal bersama LWP, dapat membuka link wakafparamadina.or.id. (*/Red)

