Wisata Anyer

Literasi Keuangan Masih Rendah, OJK Sebut Warga RI Rentan Kena Investasi Bodong Di Pasar Modal

SERANG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, warga Indonesia rentan terkena investasi ilegal alias investasi bodong.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2025, untuk pasar modal menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat hanya sekitar 17,78 persen.

Angka ini menandakan masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman berinvestasi yang benar di pasar modal dan rentan terhadap penipuan dan tawaran investasi ilegal.

Hasan menyebut, peningkatan tingkat literasi keuangan masyarakat dan publik masih menjadi PR besar.

Ia bilang, tanpa pemahaman yang memadai, tentunya masyarakat akan rentan terkena atau terbujuk iming-iming dan tawaran yang menggiurkan yang pada akhirnya ternyata investasi bodong.

“Tentu rentan kita semua terbujuk iming-iming dan tawaran yang menggiurkan dari penyelenggara investasi yang sebetulnya di belakangnya memiliki motif yang tidak baik atau sering dikenal sebagai investasi ilegal dan investasi bodong,” katanya, saat hadir dalam acara edukasi keuangan di Untirta, Kamis (9/4/2026).

Di sisi lain, kata dia, pasar modal juga menyediakan berbagai peluang investasi menarik yang bisa diakses sekarang dengan mudah oleh siapa saja, termasuk mahasiswa.

“Karena sekarang layanan pasar modal itu datang ke ruangan-ruangan kita semua melalui layanan di smartphone kita masing-masing,” kata Hasan.

Hasan dalam kesempatan itu juga mengingatkan masyarakat untuk selalu bersikap hati-hati dalam berinvestasi, termasuk memahami profil risiko dan menghindari perilaku spekulatif.

“Ada potensi volatilitas atau pergerakan harga yang naik turun secara tajam, maraknya penipuan yang bisa jadi di belakangnya seolah-olah investasi legal untuk saham dan kripto,” kata dia.

“Kemudian juga ada potensi akun-akun yang dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan seperti pencucian uang, misalnya. Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor Pasar Modal Indonesia telah mencapai 24,4 juta investor, dengan 54 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

Di Provinsi Banten sendiri, jumlah investor tercatat mencapai 1,2 juta investor dan menempati peringkat lima besar nasional.

Mewakili Gubernur Banten, Asisten Administrasi Umum Setda Rina Dewiyanti menyampaikan, Pasar Modal memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai instrumen pembiayaan pembangunan.

“Pasar modal bukan hanya sekedar sarana investasi, tetapi juga merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah,” ujar Rina.

Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyampaikan, edukasi Pasar Modal memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang cakap finansial.

“Pemahaman terhadap pasar modal menjadi sebuah kebutuhan bukan lagi sekedar pilihan. Banyak hal yang dapat dipelajari nanti oleh para jawara muda Untirta,” ujarnya.***

Bupati Pandeglang HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien