Sambangi DPR, Keluarga Laskar FPI : Tak Manusiawi, Mereka Ditembak seperti Binatang

JAKARTA – Keluarga korban penembakan Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Komisi III DPR, Kamis (10/12/2020). Mereka berdiskuri dengan para perwakilan rakyat terkait dengan peristiwa adu tembak di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12/2020).
Keluarga Muhammad Suci Khadavi salah satu korban penembakan, Anandra, mencurahkan isi hatinya terhadap peristiwa penembakan itu. Dia menyatakan keluarga merasa bersyukur dan bersedih.
Anandra merasa bersyukur karena sang adik dianggap telah berjihad di atas agama Islam. Sedangkan kesedihannya, karena peristiwa tidak mengenakan itu dilakukan secara brutal.
“Tentunya kami keluarga bersyukur dan sedih, kenapa bersyukurnya? Karena keluarga kami telah berjihad untuk agama kami sendiri. Tapi bersedihnya kenapa hal ini terjadi dengan sangat brutal ya,” ucapnya, Kamis (10/12/2020).
Dia mengatakan, adiknya sama sekali tidak bersalah dan mengapa harus sampai ditembak. Menurutnya, penembakan itu pun dilakukan secara tidak manusiawi.
“Sedangkan anak-anak kami tidak memiliki kesalahan, tidak ada kesalahan kenapa harus seperti, itu? Benar-benar tidak manusiawi, seperti binatang, seperti burung yang ditembak di udara,” ucapnya.
Dia menuturkan, sama sekali tidak ada satu pun pihak kepolisian yang memberikan informasi terkait kematian Suci. Dia pun terkejut ketika mendapatkan kabar kematian adiknya dari siaran media.

“Saat itu pun tidak ada dari pihak manapun yang menginformasikan kepada kami. Kami mengetahui dari media dan itu sangat benar-benar mengejutkan sekali,” katanya.
Dia pun berharap, para anggota Komisi III dapat menampung aspirasi yang disampaikannya. Dia akan menuntut keadilan terhadap kasus tersebut. Sebab kata dia, keadilan di akhirat sudah pasti didapatkan.
“Maka dari itu kami mohon pastinya untuk anggota dewan yang terhormat menghimpun aspirasi kami, mohon bantuannya untuk keadilan di dunia ini. Pasti kalau di akhirat akan diadili, pasti itu janji allah. Tetapi kami minta keadilan di dunia ini,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Desmond Mahesa menegaskan, pada pertemuan kali ini tidak difokuskan untuk membahas apakah peristiwa itu disebut dengan penembakan atau penculikan. Hal itu karena bukan ranah dari Komisi III.
“Tentunya, mungkin saya salah, mohon dimaafkan. Keluarga korban pada saat peristiwa tidak ada di tempat peristiwa itu kan, apakah peristiwa itu, kata pihak kepolisan tembak menembak, ataupun peristiwa itu penculikan, kita komisi III tidak bicara tentang itu,” ucap Desmond dalam membuka rapat, Kamis (10/12/2020).
Menurutnya, Komisi III menggelar pertemuan ini guna mendengar langsung apa yang sebenarnya yang diharapkan oleh keluarga tentang kasus tersebut. Dia mengatakan, sudah menjadi tugas dari Komisi III lantaran mereka bermitra dengan Polisi.
“Tugas kami adalah mendengarkan dari pihak korban apa-apa yang mau disampaikan ke Komisi III. Karena komisi III adalah mitra dari pihak kepolisian,” tutupnya. (*/Okezone)
