Narji Resmi Berlabuh ke Partai Baru, Mesin Politik Mulai Memanas

Oleh: Taufik Hidayatullah
Bang Narji dikenal luas di tanah air sebagai seorang pelawak dan komedian papan atas.
Langkah terbarunya terjun dan bermanuver di dunia politik merupakan hak privat sekaligus hak demokrasi seorang warga negara yang mesti kita hargai.
Sebelumnya, beliau merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjabat sebagai Dewan Pakar PKS Provinsi Banten di bidang kesenian dan hiburan yang mewakili aspirasi para seniman. Namun, kini beliau memilih untuk “berpindah kapal”.
Dalam sebuah acara khitanan massal, Bang Narji secara resmi mengenakan seragam Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—partai yang saat ini diketuai oleh putra bungsu Presiden Jokowi.
Meski prosesi tersebut sudah dilakukan, tugas atau jabatan baru yang akan diemban beliau di partai berlambang mawar tersebut belum diumumkan secara resmi.
Dinamika Menuju Pilpres 2029
Langkah-langkah taktis para aktor politik, baik dari kalangan partisan maupun non-partisan, kini memang mulai menggeliat.
Setiap dinamika yang terjadi sejatinya memiliki dimensi strategis yang bermuara pada persiapan menjelang perhelatan Pilpres 2029.
Perpindahan partai Bang Narji ini menjadi salah satu sinyalemen bahwa PSI sedang memanaskan mesin-mesin politiknya untuk suksesi pemilu mendatang.
Momentum ini juga bertepatan dengan pergerakan Jokowi yang mulai kembali berkeliling ke daerah-daerah yang menjadi basis suara utamanya pada dua perhelatan pilpres lalu.
Respons Sejuk PKS
Terlepas dari dinamika tersebut, kedewasaan berpolitik ditunjukkan oleh tokoh senior PKS, Mardani Ali Sera. Beliau memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan terima kasih atas segala kontribusi dan dedikasi Bang Narji selama berada di PKS.
”Bang Sunarji dan istrinya adalah orang-orang baik,” ungkap Mardani Ali Sera memberikan kesaksian.
Hingga opini ini ditulis, PKS belum mengumumkan sosok pengganti Bang Narji untuk mengisi posisi Dewan Pakar PKS Bidang Seni dan Hiburan Provinsi Banten.
Pergeseran figur seperti ini adalah hal lumrah, namun menarik untuk dicermati bagaimana efek elektoralnya bagi kedua belah pihak ke depan.***

