Wisata Anyer

Pancasila Milik Kita

VISI
“Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang andal, profesional, inovatif, berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden di bidang pembinaan ideologi Pancasila untuk mewujudkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden: Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.”

Dengan visi tersebut, BPIP memiliki peran strategis dalam melakukan berbagai upaya melalui berbagai program kebijakan pembinaan ideologi Pancasila dalam mendukung terwujudnya visi Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong berbasiskan pemanfaatan sumber daya manusia unggul.

MISI
Dalam rangka mencapai visi, misi BPIP ditetapkan sebagai berikut:
“BPIP mewujudkan misi Presiden dan Wakil Presiden dengan melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan ideologi Pancasila sehingga nilai-nilai Pancasila teraktualisasikan dalam setiap kebijakan dan peraturan perundang-undangan serta praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”

Dari dasar pembentukan, visi dan misi BPIP ini kita bisa menilai begitu strategisnya peran BPIP dalam menjaga ideologi Pancasila, walaupun dalam strategi pembinaan ideologinya masih banyak yang harus dibenahi, seperti elemen masyarakat belum sepenuhnya terjangkau, belum termasuk karakter pribadi Kepala BPIP yang awal-awal diangkat mengeluarkan pernyataan kontroversial dan mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Dalam upaya menguatkan ideologi Pancasila, pemerintahan sekarang ini sudah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahirnya Pancasila, walapun di kalangan akademi ada yang berpandangan bahwa Pancasila lahir tanggal 18 Agustus 1945 sesuai dengan disahkannya Pancasila sebagai Dasar Negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada Perpres tersebut dijelaskan bahwa penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Dalam hari-hari itu, ada 3 orang tokoh yang memaparkan tentang dasar negara yakni Muhammad Yamin, Soepomo, kemudian Sukarno.

Istilah Pancasila baru diperkenalkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Tetapi masih ada proses selanjutnya yakni menjadi Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 dan juga penetapan Undang-undang Dasar yang juga finalisasi Pancasila pada 18 Agustus 1945.

“Bahwa rumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Sukarno, rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 hingga rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara.”

Saya menganalogikan hari kelahiran Pancasila dengan kelahiran bayi, jika 1 Juni dikatakan sebagai hari lahir bayi tersebut yang berarti hari lahir Pancasila, maka 18 Agustus adalah hari akikahnya atau hari tasyakuran atas kelahiran bayi yang berarti hari tasyakuran atau disahkannya Pancasila sebagai Dasar Negara.

Terlepas dari pembentukan, visi dan misi BPIP serta kontroversi hari lahirnya Pancasila, kita sepakat bahwa “PANCASILA ADALAH MILIK kITA” kita punya kewajiban konstitusional dan moral untuk menjaga, melestarikan dan mengamalkannya.

Untuk itu “Sinergi antara Agama dan Pancasila menjadi penting agar harmoni di tengah keberagaman bukan sekedar mimpi.” “Sinergi antara ulama dan umaro menjadi penting di saat derasnya arus negatif informasi dan dampak negatif globalisasi dan harmoni antara agama dan negara menjadi penting di saat derasnya gelombang sekulerisasi. (***)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien