Bukan dari Pemerintah, Madrasah di Pandeglang Ini Dapat Bantuan dari Konten Kreator yang Prihatin karena Siswa Belajar Lesehan Tanpa Meja
PANDEGLANG – Perjalanan jauh dari Lampung ke pelosok Kabupaten Pandeglang membawa konten kreator Fadli Respek beserta timnya pada pemandangan yang membuat dadanya sesak.
Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulumil Khoiriah atau yang dikenal warga sebagai MI Al Mulk, Kampung Cimandahan, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Cigeulis, sejumlah anak masih menuntut ilmu di tengah keterbatasan yang luar biasa.
Sekolah itu berdiri dengan bangunan sangat sederhana. Bahkan dinding kelasnya bolong-bolong, sebagian bahkan nyaris ambruk.
Di dalam kelas tidak ada meja, tidak ada kursi. Para siswa duduk lesehan di lantai semen, beralaskan seadanya.
Kondisi itu diperparah dengan minimnya kelengkapan siswa. Banyak anak yang datang ke sekolah tanpa seragam lengkap.
Ada yang hanya memakai sandal jepit, ada pula yang memaksa memakai sepatu butut karena tidak punya pilihan lain.
“Jauh-jauh saya datang dari Lampung ke Pandeglang dan melihat pemandangan yang memilukan hati. Ratusan siswa sekolah di tempat yang tidak layak dan tanpa meja dan kursi. Bahkan tak sedikit yang sekolah tanpa seragam dan sepatu yang layak,” tulis Fadli di akun Instagram @fadli.respek.
Fadli datang bukan tanpa persiapan. Sebelumnya ia sudah meminta data, SK sekolah, dan dokumen pendukung lainnya.
Setelah melihat langsung, ia menyebut banyak “temuan” di lapangan yang tidak sesuai standar kelayakan.
Ia menyoroti kondisi bangunan, sarana prasarana, hingga beban yang dipikul para guru.
Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyeret sekolah pada persoalan yang lebih besar ke depan.
“Bu guru terutama dari standar kelayakan dan lain-lainnya. Intinya ada sebuah permasalahan yang memang ini bakal menyeret kalian,” ujar Fadli saat bertemu dewan guru dan wali murid.
Tangis haru pecah saat Fadli menyerahkan bantuan. Para guru dan orang tua tak menyangka ada yang datang jauh-jauh hanya untuk melihat dan membantu.
Dalam videonya yang diunggah pada akun Instagramnya, di hadapan para guru, Fadli menyerahkan bantuan sebesar Rp130 juta untuk membantu pembangunan sekolah tersebut.
Ia menegaskan berulang kali bahwa dana itu bukan berasal dari pemerintah atau Kementerian Agama. Melainkan murni hasil penggalangan dana dan gotong royong dari masyarakat yang peduli.
“Ini harus diselesaikan. Kalian harus bertanggung jawab nih menghabiskan uang ini untuk ngebangun sekolahan. Mohon maaf ya Ibu, ini bukan bantuan dari pemerintah, bukan dari Kementerian Agama. Ini adalah bantuan dari gotong royong,” tegasnya.
Fadli juga mengajak warga sekitar untuk ikut terlibat. Menurutnya, membangun sekolah tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
“Kami berharap gotong royong ini bukan hanya dari kami. Tapi dari ibu-ibu semua, dari bapak-bapak semua,” lanjutnya.
Pihak sekolah menyambut dengan syukur. Perwakilan dewan guru menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Fadli dan tim.
“Pertama, kami sebagai dewan guru khususnya mengucapkan banyak terima kasih kepada abang dan teman-teman yang lainnya sudah hadir, sekaligus mau membantu kami. Mudah-mudahan apa yang diberi kepada kami dapat Allah ganti dengan berlipat-lipat ganda,” ucap salah satu guru dalam video.
Adapun Fadli Respek mulai dikenal sebagai content creator dan founder komunitas Respek Peduli di Lampung.
Fadli rutin menyisihkan penghasilan dari kerja lepasnya untuk membantu orang sakit, renovasi rumah tidak layak huni, hingga kini merambah ke dunia pendidikan.
Gerakannya diberi nama “Gerakan Rakyat Bantu Rakyat”. Baginya, potret pendidikan di pelosok negeri seperti di MI Al Mulk adalah cermin bahwa masih banyak anak bangsa yang tertinggal.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Insyaallah, sekolah ini akan segera kami bangun agar anak-anak bisa sekolah dan belajar lebih nyaman,” tutup Fadli.
Aksi ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pendidikan layak adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali, meski mereka tinggal di pelosok paling ujung sekalipun. (*/Ajo)

