Depresi Karena Sakit Diabetes, Ibu Di Labuan ini Nekat Bunuh Diri
PANDEGLANG – Ade Arpian (56) seorang Ibu Rumah Tangga asal Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, nekat mengiris urat nadi tangan kanannya dengan sebuah silet. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan usai warga memergoki dirinya yang sudah bersimbah darah didalam kontrakannya di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (26/8/2020) siang.
Diduga, percobaan bunuh diri dilakukan Ade lantaran depresi dengan penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya. Keadaan itu semakin diperparah karena dirinya merasa tidak ada perhatian dari pihak keluarga terhadap dirinya selama ini.
Saat dikonfirmasi, pemilik kontrakan, Asep Budia Rahmat (50), mengaku tidak mengetahui sosok korban. Itu dikarenakan korban yang tinggal bersama anak laki-lakinya tersebut baru beberapa hari menempati kontrakan miliknya.
“Enggak tahu saya sama korban, jadi dia itu baru pindah bersama anaknya yang katanya kerja di Rumah Sakit Pandeglang. Baru dari hari Rabu (23/9/2020) pindah kesitu. Itu lewat perantara tinggal ke kontrakan, perantaranya yang datang ke saya. Kalau sama korban saya belum pernah ketemu,” ungkap Asep.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Labuan, AKP H Dadan Hamdani menuturkan, peristiwa kejadian diduga sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang sudah dalam keadaan kritis ditemukan salah seorang warga setempat yang langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian.

“Iya tadi siang. Mau bunuh diri, korban motong urat nadi dibagian lengan kiri dengan silet. Sehingga urat nadi putus,” ucap AKP H Dadan Hamdani melalui pesan Whatsapp, Sabtu (26/9/2020) petang.
Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi. Beruntung, saat ditemukan korban masih dalam keadaan sadar dengan banyak darah yang keluar dari lengan.
“Korban sudah tergeletak di lantai masih bernyawa. Tapi kondisinya kritis dan mengeluarkan banyak darah,” ujarnya.
Polisi pun langsung melarikan korban ke Puskesmas Labuan untuk menjalani perawatan. Dan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait motif korban melakukan percobaan bunuh diri tersebut.
“Diduga depresi karena sakit diabetes dan kurangnya perhatian keluarga. Tadi masih di Puskesmas dalam keadaan sadar, masih kita lakukan pemeriksaan,” tukasnya. (*/YS)


