Ibu Hamil Ditandu Menuju Puskesmas di Pandeglang; Sempat Jatuh, Bayi Meninggal

Inspektorat berkarya

PANDEGLANG – Enah (30) ibu hamil asal Kampung Lebak Gedong Desa/Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten harus ditandu sejauh 8 kilometer saat hendak melahirkan ke Puskesmas. Ibu muda tersebut terpaksa dibawa menggunakan sarung yang diikat ke sebatang bambu oleh warga lantaran kondisi jalan di sana rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (1/5/2021).

Kisah tersebut dibagikan oleh relawan sosial M Rijal diakun facebooknya mengungkapkan, bahwa wanita tersebut terpaksa ditandu lantaran jalan yang tidak mendukung.

“Sempat jatuh di tengah jalan lantaran sarung sobek. Dan anaknya kembar dua meninggal di puskesmas. Lahir prematur, enam bulan usai kehamilannya,” ujar Rijal.

PKS bank Banten dede

Sementara, dalam akun facebooknya Rijal menulis : Inilah realita masyarakat, disaat seorang ibu merasakan sakit ketika hendak melahirkan namun tak ada pasilitas dari Negara yang menjamin keselamatan ibu…ditengah rasa sakit itu iya berusaha untuk tetap kuat.

namun disisi lain jalan yang tak bertuan menghambatnya untuk bisa menuju Puskesmas terdekat demi mendapat pelayanan kesehatan yang baik.

Seharusnya “Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat indonesia”, harus diletakkan dalam konteks pembebasan rakyat yang tertindas. Penindasnya adalah proses politik yang korup dan tak menjadikan rakyat berdaulat di negerinya. Hanya karena kita telah tertindas selama seratus tahun sebelum kita mulai melawan, bukanlah alasan bagi kita untuk tidak berusaha menang,”.

Untuk diketahui, peristiwa ini terjadi bukan terjadi 1-2 kali. Pekan kemaren terjadi hal yang sama pada warga Pandeglang. (*/Red/FBn)

Ied posco kadin
KS royal setda