Masyarakat Pandeglang Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina
PANDEGLANG – Penyerahan bantuan infak/sedekah dari warga Pandeglang berupa uang sebesar Rp 224.572.000 dilakukan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada empat lembaga yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten, Lazharfa Banten, PMI dan LazisNU, di Pendopo Pandeglang, Jumat (28/5/2021).
Keempat lembaga itulah yang nanti akan menyerahkan bantuan tersebut kepada warga Palestina.
Setelah penyerahan bantuan, Irna menyampaikan bahwa kita harus banyak bersyukur bisa tidur nyenyak, sedangkan warga palestina bahkan anak-anak tidak bisa menikmati nyenyaknya tidur. Mereka selalu diiputi ketakutan.
“Saat seorang anak Palestina ditanya apa yang dia inginkan, dia menjawab bahwa dia hanya ingin tidur nyenyak. Jadi kita harus banyak bersyukur karena bisa tidur nyenyak, sementara saudara-saudara kita di Palestina selalu diliputi ketakutan,” imbuhnya.
Di dalam laporannya, Asda I Ramadhani, selaku kordinator penggalangan dana untuk Palestina ini menyampaikan, bahwa penggalangan dana dilakukan selama 7 hari, dari tanggal 20-27 Mei 2021. Dana yang terkumpul selama 7 hari itu mencapai Rp 224.572.000 dan akan disalurkan ke warga Palestina melalui 4 lembaga yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten, Lazharfa Banten, PMI dan LazisNU, yang masing-masing akan menerima sebesar Rp 56.143.000. Harapannya bantuan dari warga Pandeglang ini dapat membantu meringankan beban penderitaan saudara-daudara kita di Palestina.
“Harta yang kita makan hanya akan menjadi kotoran, harta yang kita kumpulkan hanya akan menjadi rebutan ahli waris, tetapi harta yang kita sedekahkan itulah yang nanti akan menolong kita di akhirat,” papar Ramadhani sebelum mengakhiri laporannya.
Kegiatan penyerahan bantuan untuk Palestina ini berbarengan dengan pengajian mingguan para ASN di lingkungan Pemda Pandeglang dengan pemateri K. H. Tb Hamdi Ma’ani. Pengajian yang sekaligus sebagai acara halal bi halal dan muhasabah ini dihadiri oleh bupati, para asisten daerah, para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemda Pandeglang.
Didalam materi tentang muhasabah, K. H. Tb Hamdi Maani menjelaskan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari kemarin dialah orang yang beruntung, sedangkan orang yang hari ini sama dengan kemarin sesungguhnya dia orang yang rugi. Dan orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin sesungguhnya dia orang yang celaka.
“Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kana yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun.” ujar beliau menyampaikan ucapan Imam al-Ghazali dalam bahasa Arab. (*/Red)

