Oknum Kepala PAUD Nurul Hikmah Banjar Negara Diduga Bawa Kabur Uang Tabungan

PANDEGLANG – Uang tabuangn sejumlah siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nurul Hikmah, Kampung Nangka Koser, Desa Banjar Negara, Kecamatan Pulosasi, diduga dibawa kabur oleh Kepala PAUD tersebut. Sehingga para wali murid sekolah tersebut mengeluh, karena uang tabungan siswa tidak bisa diambil.
Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa nilai uang tabungan siswa yang saat ini dikuasai oleh oknum Kepala PAUD Nurul Hikmah itu sebesar Rp 15 juta, ditambah uang arisan ibu-ibu yang juga wali murid sekolah itu.
Selama ini oknum Kepsek PAUD itu tidak pernah masuk sekolah, bahkan menurut informasi keberadaan oknum Kepala sekolah itu sudah tidak jelas. Karena tidak pernah ada di tempat tinggalnya, selain itu juga sulit untuk dihubungi.
Kepala PAUD Nurul Hikmah tersebut (Lilis) juga, merupakan adik kandung Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banjar Negara, yakni Asep Rapiudin.
Salah seorang wali murid PAUD Nurul Hikmah, yang enggan disebutkan namanya mengaku, tabungan anaknya sekarang ini tidak bisa diambil. Karena telah dikuasai oleh Kepala Sekolahnya, sementara Kepsek itu tidak bisa dihubungi, bahkan ke sekolahpun sekarang tidak pernah ada.

“Kami mau ngambil uang tabungan siswa. Tapi Kepseknya tidak pernah ada, bahkan sekarang ini keberadaannya juga tidak jelas,” ungkapnya, Senin (27/11/17)
Kata dia, semua siswa di PAUD Nurul Hikmah menabung di sekolah dan buku tabungannya dipegang oleh Kepsesk. Akan tetapi sekarang Kepseknya tidak ada, sehingga para wali murid tidak bisa mengambil uang tabungan tersebut.
“Kami kesulitan untuk menghubungi Kepsek itu, bahkan informasinya sekarang sudah tidak ada ditempat tinggalnya di Kampung Cikarang, Desa Banjar Negara,” katanya
Dihubungi melalui telepon, Sekretaris Desa (Sekdes) Banjar Negara, Sumardi memgaku, telah mendapatkan informasi tersebut. Bahkan ia juga pernah menerima adua dari masyarakat kaitan dengan persoalan di PAUD Nurul Hikmah itu. Namun ia meminta, jika hal itu benar adanya maka Kepseknya agar segera bisa mengembalikan uang tabungan siswa kepada para wali murid.
“Saya minta pihak sekolah secepatnya menyelesaikan persoalan itu. Jangan sampai hal ini menjadi masalah besar, karena tabungan itu merupakan hak para siswa di sekolah itu,” ujarnya. (*/Achuy)
