Sukseskan Program Presiden, Pemkab Pandeglang Matangkan Sarpras dan Pendidik Sekolah Rakyat
PANDEGLANG — Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) guna memastikan kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan pada 31 Juli 2026 mendatang, Jumat (24/7/2026).
Bupati menekankan pentingnya matangnya seluruh persiapan, mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana, kesiapan tenaga pendidik, kondisi asrama, hingga jaminan pemenuhan konsumsi bagi para siswa.
“Sekolah Rakyat ini merupakan program strategis Bapak Presiden RI yang harus kita sukseskan bersama,” ujar Raden Dewi Setiani.
Ia meminta seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan koordinasi agar tidak ada kebutuhan dasar siswa yang terlewat saat proses pembelajaran dimulai.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Prasarana, Astri Paramita, melaporkan bahwa progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Pandeglang saat ini telah mencapai 66 persen. Pihaknya optimistis proyek ini akan rampung 100 persen pada Agustus 2026.
“Untuk mengejar target, kami terus melakukan percepatan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja,” terang Astri.
Meski pembangunan fisik secara keseluruhan masih berjalan, Astri memastikan fasilitas utama pendukung MPLS sudah siap digunakan oleh calon siswa.
“Gedung SD, SMP, dan SMA sudah rampung beserta meja belajarnya. Fasilitas asrama juga telah selesai, lengkap dengan tempat tidur, kasur, dan lemari,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang, Siwi Astuti, menjelaskan bahwa sebanyak 480 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA akan mengikuti agenda MPLS tersebut.
“Kuota siswa SD memang masih kurang sedikit, tetapi kami pastikan jumlahnya terpenuhi saat MPLS dimulai,” ungkap Siwi.
Dalam hal tenaga pendukung, pihak sekolah telah menyiapkan 37 guru, 13 wali asuh, dan dua wali asrama. Siwi mengakui saat ini pihaknya masih membutuhkan tambahan empat orang guru lagi untuk memenuhi kebutuhan operasional penuh.
Mendukung langkah pemkab, Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menilai kehadiran Sekolah Rakyat di Pandeglang sangat tepat sasaran dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan daerah.
“Mayoritas warga Pandeglang berprofesi sebagai petani dan nelayan yang kerap terkendala biaya sekolah anak. Di sinilah intervensi dan uluran tangan pemerintah sangat dibutuhkan,” kata Rizki.
Ia menegaskan bahwa program SR merupakan wujud nyata kepedulian negara agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Kabupaten Pandeglang.
“Program Presiden Prabowo ini harus kita awasi dan laksanakan sebaik-baiknya demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.***

