Iklan Banner

Terkait Hilangnya 15 Badak Cula Satu, HMI Pandeglang Minta Kepala BTNUK Tanggung Jawab

Pandeglang Gerindra HUT

 

PANDEGLANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang menggelar audiensi dengan Balan Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) terkait isue dengan hilangnya 15 Badak Jawa Cula Satu.

Entis Sumantri, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang mengatakan, kekecewaan tehadap pihak BTNUK tersebut dikarenakan saat berjalannya audiensi, Kepala BTNUK tidak kunjung hadir tanpa ada kejelasan.

“Ketidak hadirannya Kepala BTNUK ini membuat kami dari organisasi HMI Pandeglang sangat kecewa, karena apa yang ingin kami sampaikan tersebut meminta kepastian terkait hilangnya Badak Jawa Cula Satu di kawasan TNUK,” kata Ketua HMI Cabang Pandeglang yang bisaa disapa Tayo, Jum’at (22/9/2023).

Lanjut Entis menyampaikan dengan adanya beberapa persoalan yang terjadi di kawasan konservasi ini, terutama pada hilangnya Badak Jawa Bercula Satu yang terjadi beberapa bulan yang lalu hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK).

“Persoalan ini sangatlah kompleks, dengan hilangnya 15 Badak tersebut masih belum ditemukan atau pun tertangkap kamera trap BTNUK,” ujarnya

Selain itu, Entis mengatakan bahwa yang terjadi saat ini di kawasan konservasi BTNUK tidak hanya dengan hilangnya 15 Badak Jawa Cula Satu, akan tetapi seperti halnya pembangunan Java Rhino Study And Conservation Area (JRSCA), dikarenakan tidak ada kepastian hukum tentang lahan garapan TNUK dengan warga sekitar.

“Harusnya Kepala BTNUK itu tidak usah mangkir saat kami melakukan audiensi, bahkan BTNUK minim melibatkan unsur Muspika serta warga sekitar TNUK dalam rangka menjaga dan memelihara kawasan konservasi, apalagi pembangunan sarana pendukung cenderung gagal,” terangnya

Agil HUT Gerindra

Tidak hanya itu, Entis juga mempertanyakan bagaimana tentang pembangunan JRSCA atau program bloking untuk perlindungan badak agar tidak keluar dari habitatnya di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang dengan anggaran yang cukup fantastis.

“Ini menyangkut kepada hilangnya badak jawa tersebut, karena bisa terjadi dapat diakibatkan karena adanya kebisingan, atau gangguan bagi badak jawa saat adanya pembangunan (JRSCA) di TNUK,” tuturnya

Agil Fajar Kh Wasekbid Hukum HAM dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Pandeglang mengatakan, menduga adanya keterlibatan pihak BTNUK dalam persoalan masyarakat yang terjerat kasus pemburuan liar di Kawasan TNUK ini, sehingga menyebabkan masyarakat terjerat pada persoalan hukum atas hilangnya Badak Cula Satu.

“Kami curiga atas dugaan bahwa masyarakat hanya dijadikan kambing hitam dan dikorbankan oleh pihak oknum yang tidak bertanggungjawab di tubuh BTNUK Labuan Pandeglang- Banten,” pungkasnya

Ini sebagai bentuk dari kelalaian dan lemahnya pengawasan atau controling dari BTNUK, maka kecurigaan tersebut semakin kuat antara pihak BTNUK dengan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Jika kecurigaan tersebut terungkap jelas ini telah melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku,” ujarnya

Moh Arif Ketua Bidang PPD HMI Cabang Pandeglang menyampaikan, akan melakukan aksi unjuk rasa dan akan terus bisa mengawal hal-hal yang perlu dibenahi pada Balai Taman Nasional Ujung Kulon,

“Kepala BTNUK harus bertanggungjawab atas persoalan yang terjadi di wilayah TNUK, karena ini bagian dari hal yang sangat vital dan harus kita jaga bersama,” imbuhnya. (*/Oriel)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien