Terkait Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Pandeglang, Ini Kata Pertamina

pcm koperasi

PANDEGLANG – Manager Comunication Rel & CSR Pertamina Regional Jabar dan Banten Eko Kristiawan memastikan bahwa pasokan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Pandeglang aman.

Bahkan, menurutnya, pihaknya menambah pasokan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang untuk di bulan April dan Mei 2023 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Stok LPG 3 kilogram di 22 agen di wilayah Pandeglang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan pasokan di April dan Mei rata-rata 31.446 tabung per hari, lebih tinggi 7 persen daei bulan Januari sampai Maret sekitar 29.443 tabung per hari,” kata Eko dalam keterangan resminya, Jumat (5/5/2023).

Eko pun menyampaikan, bahwa pihaknya sempat mengalami keterlambatan pengiriman gas LPG 3 kilogram ke Kabupaten Pandeglang di H-2 lebaran lantaran terkendala macet.

Namun, lanjut Eko, ia membantah bila terjadi kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Pandeglang baik di sebelum maupun sesudah lebaran 2023.

“Benar terjadi keterlambatan pengiriman itu di H-2 lebaran di wilayah Batubantar (Pandeglang) karena kemacetan jalan jelang libur lebaran. Namun penyaluran sudah berangsur normal di sore harinya (di hari yang sama). Dan isu kelangkaan (di Pandeglang) dapat dipastikan hal tersebut tidak benar,” tegas Eko.

Warga Pandeglang Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Gas LPG 3 Kilogram di Pasaran

Loading...

Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang mengeluh sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram sejak H-4 lebaran 2023 hingga membuat harga pun melonjak tajam.

Seperti yang dirasakan warga Desa Banjarnegara, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang Usep yang mengaku kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram baik di pangkalan maupun di tingkat pengecer.

“Iya langka, sekitar 4 hari sebelum lebaran mulai susah nyari (LPG 3 kilogram) sampe sekarang masih susah,” kata Usep, Rabu (3/5/2023) lalu.

Ia pun mengaku terpaksa harus mencari gas LPG 3 kilogram hingga ke kecamatan lain lantaran di wilayahnya sudah tidak bisa menemukan keberadaan gas LPG 3 kilogram yang dijual oleh para penjual eceran.

“Di (kecamatan) Pulosari mah sudah pasti ga bakal ada, saya nyari kadang ke Kecamatan Menes, ke Kecamatan Saketi, tapi itu juga belum tentu dapat. Kalau pun ada itu harganya Rp28 ribu sampe Rp30 ribu. Kalau sebelumnya harganya Rp20 ribu,” ungkapnya.

BPRS CM tabungan

Senada, warga Desa Menes, Kecamatan Menes Ade pun mengaku terpaksa harus berhenti sementara untuk berjualan eceran gas LPG 3 kilogram lantaran tidak tersedianya stok di pangkalan.

“Sudah ga jualan, ga ada barangnya, udah 2 hari. Boro-boro mau jualan, ini mau masak aja ga ada gas. Sebelum lebaran masih ada, saya ngambil (ke pangkalan) tapi dijatahin hanya 10 tabung, dulu (harga) buat pengecer itu Rp17 ribu dan saya jual biasa Rp22 ribu. Sekarang dari agennya aja Rp24 ribu, ya kita jual Rp30 ribu, itu kalau ada, boro-boro sekarang mah barangnya aja gak  ada,” kata Ade. (*/YS)

Koperasi
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien