Dinkes Cilegon Gerak Cepat Tangani Korban Kebocoran Gas PT Vopak, 46 Warga Datangi Puskesmas Pulomerak

CILEGON – Dinas Kesehatan Kota Cilegon bergerak cepat menyusul laporan warga terkait gangguan kesehatan akibat paparan asap kuning pekat yang berasal dari pipa PT Vopak, Sabtu sore (31/1/2026).
Peristiwa itu mengakibatkan dampak langsung kepada sejumlah warga di Lingkungan Kali Baru RT 02/2 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Tenaga medis dari Puskesmas Pulomerak Sugeng mengatakan, layanan unit gawat darurat (UGD) langsung standby untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga terdampak.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung gerak cepat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan UGD untuk melakukan persiapan jika ada warga yang terdampak,” ujar Sugeng kepada wartawan.
Dia menambahkan, mayoritas warga yang mengalami keluhan atas paparan asap PT Vopak berasal dari Lingkungan Kali Baru.
“Saat ini warga yang terdampak mayoritas sekitar 90 persen berasal dari Kali Baru,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, mengungkapkan bahwa warga terdampak telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan pemerintah.
“Puluhan masyarakat Lingkungan Kali Baru, sebanyak 46 orang, datang ke Puskesmas Grogol dengan keluhan yang paling banyak pusing, mual, dan sesak napas. Usianya bervariasi,” kata Ratih.
Menurutnya, salah satu pasien merupakan lansia berusia sekitar 70 tahun yang memiliki riwayat asma berat sehingga kondisinya sempat memburuk.
“Ada lansia usia sekitar 70 tahun yang memang memiliki penyakit asma berat, sehingga keluhannya semakin berat. Alhamdulillah sudah ditangani di Puskesmas Pulomerak selama kurang lebih dua jam dan sudah bisa pulang,” ujarnya.
Dari total pasien yang datang, kata Ratih, sebagian besar berada pada usia produktif.
“Dari 46 orang tersebut, yang paling banyak itu usia sekitar 40 tahun yang masih produktif. Selain itu, ada juga anak usia 1 tahun yang datang bersama ibunya,” jelas Ratih.
Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan tetap siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi keluhan lanjutan dari masyarakat.
“Kami tetap membuka pelayanan, khususnya di Puskesmas Pulomerak selama 24 jam. Bagi masyarakat yang masih merasakan sesak atau keluhan lainnya, silakan datang ke puskesmas atau menghubungi kami. Jika kondisinya berat, petugas kami siap mendatangi rumah warga yang terdampak,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, ratih mengimbau masyarakat di wilayah terdekat atau yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat yang berada di lokasi terdekat atau terdampak diimbau untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Jika mata terasa perih, bisa dikompres, dan maskernya juga bisa dibasahi dengan air,” pungkasnya.
Hingga kini, pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terkendali. (*/Ali)


