Ada Pemuda Hidup Dipasung Dekat Kantor Gubernur Banten

SERANG – Sungguh miris melihat kondisi pemuda Kota Serang yang satu ini. Subeki (17) warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) ini harus hidup dipasung karena mengalami gangguan jiwa.

Menurut keterangan pemuda yang dulunya periang ini, sekarang dirinya harus hidup di samping rumah dengan kondisi kaki dan tangan terpasung borgol dan rantai besi.

Keluarganya terpaksa memasung Subeki karena khawatir dapat membahayakan orang lain.

Menurut keterangan pengasuhnya, Mbok, Subeki mulai berprilaku aneh sejak usia 5 tahun dan bahkan dinilai sering membahayakan orang lain dan juga sering merusak perabotan warga saat mengamuk.

“Karena kelakuan makin menjadi, lalu terpaksa kami pasung,” ujar si Mbok yang ditemui di rumahnya, Kamis (22/6/2017).

Subeki berprilaku aneh semenjak orang tuanya meninggal dunia. Kondisi perekonomian keluarga yang juga pas-pasan membuat upaya pengobatannya hanya bisa sampai di Puskesmas, meskipun beberapa tetangga sering ikut memberikan bantuan.

Advertorial

Advertorial

“Kami tidak tahu lagi harus bagaimana, terpaksa keluarga sepakat untuk memasungnya. Kami takut dia terus berbuat onar,” tutur si Mbok

Sementara itu Sekretaris Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Banten, Ari Winanto, mengaku sangat prihatin dengan kondisi Subeki.

Dia meminta dinas terkait untuk menindaklanjuti agar Subeki segera ditangani pengobatannya, dan mendapatkan tempat yang lebih layak.

“Saya berharap Dinas Sosial dan pihak terkait untuk segera membawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan intensif,” tegas Ari saat menyambangi rumah Subeki untuk memberikan santunan dan bingkisan lebaran, Kamis (22/6/2107).

Menurut Direktur PT Right Asia Medika ini, walau permasalahan biaya menjadi faktor utama keluarga, tapi pemasungan bukanlah jalan terbaik. Apalagi Kementerian Sosial telah mencanangkan Program Bebas Pasung Tahun 2017 ini.

“Keluarga jangan memikirkan biaya, karena semuanya akan ditanggung pemerintah melalui Dinas Sosial. Sebagai seorang wirausahawan, mereka juga menjadi tanggung jawab kami. Saya datang untuk mencarikan solusi agar bisa tertangani,” tandas Ari yang juga Founder Pemuda Emas Kota Serang. (*)

Penulis: Yosep.